BPDP Perkuat Integrasi UMKM Perkebunan dalam Ekosistem Industri melalui Indovex 2026

AKURAT.CO Sektor perkebunan di Indonesia terutama kelapa sawit, kelapa, dan kakao memegang peranan penting sebagai penyumbang devisa negara, sumber pendapatan nasional, serta motor penggerak lapangan kerja dari hulu ke hilir.
Tidak hanya itu, komoditas perkebunan juga mampu menghasilkan berbagai produk turunan yang memberikan manfaat luas di bidang pangan, energi, dan industri.
Hilirisasi komoditas perkebunan tersebut tidak lagi menjadi dominasi industri skala besar. Melalui penerapan teknologi sederhana, kreativitas, dan inovasi produk, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini mampu menyulap bahan mentah maupun limbah perkebunan menjadi produk turunan kreatif bernilai ekonomi tinggi.
Baca Juga: Genjot SDM Perkebunan, BPDP Perluas Akses Beasiswa dan Pelatihan
Langkah ini tidak hanya mendongkrak pendapatan pelaku usaha, tetapi juga memperkuat struktur ekonomi di tingkat pedesaan.
Melihat potensi besar komoditas perkebunan Indonesia serta tantangan yang dihadapi pelaku UMKM perkebunan dalam mengembangkan usahanya, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memandang perlu untuk mengambil peran dalam mendukung peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM berbasis komoditas perkebunan tersebut.
Salah satu bentuk dukungan BPDP tersebut yakni turut berpartisipasi dalam kegiatan Indovex 2026 yang diselenggarakan di Kota Batu, Jawa Timur pada 2 – 4 November 2026 sebagai upaya untuk memperkenalkan potensi dan keunggulan produk UMKM perkebunan kepada masyarakat luas.
Kepala Divisi Umum dan SDM BPDP, Adi Sucipto dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pengembangan UMKM perkebunan perlu didukung oleh peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu faktor penting dalam membangun usaha yang berkelanjutan dan berdaya saing.
“BPDP terus berupaya mendukung pengembangan UMKM sektor perkebunan melalui berbagai program, seperti peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendampingan, penguatan kemampuan kewirausahaan, pengembangan inovasi dan diversifikasi produk berbasis komoditas perkebunan, serta fasilitasi promosi dan perluasan akses pasar,” ungkap Adi Sucipto.
Lebih lanjut dikatakan Adi Sucipto, BPDP juga ingin mendorong semakin luasnya kesempatan bagi UMKM perkebunan untuk memperkenalkan produk, membangun jejaring usaha, memperoleh wawasan mengenai perkembangan pasar, serta menjajaki peluang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Bagi BPDP, pengembangan UMKM perkebunan merupakan bagian penting dari upaya memastikan bahwa potensi komoditas perkebunan dapat memberikan nilai tambah yang lebih luas. Kami berharap, UMKM perkebunan tidak hanya menjadi pelaku usaha yang produktif, tetapi juga tumbuh menjadi unit usaha yang tangguh, profesional, dan memiliki daya saing dalam ekosistem industri perkebunan nasional,” tegas Adi Sucipto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 4Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 5Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 6Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 7Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 8Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








