Akurat

Jawab Pernyataan Cak Imin soal Bisnis Retail Modern, Akademisi: Mekanismenya yang Harus Diatur!

Andi Syafriadi | 31 Oktober 2025, 15:04 WIB
Jawab Pernyataan Cak Imin soal Bisnis Retail Modern, Akademisi: Mekanismenya yang Harus Diatur!

AKURAT.CO Polemik soal pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pemebrdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang menuding jaringan ritel besar seperti Alfamart dan Indomaret 'membunuh' UMKM kembali menuai sorotan.

Akademisi menilai, akar persoalan bukan sekadar pada eksistensi ritel modern, melainkan pada lemahnya peran pemerintah dalam mengatur keseimbangan antara pelaku besar dan usaha kecil.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Studi Global (FISSIG) Universitas Budi Luhur, Syahrul Awal menilai keberadaan jaringan minimarket besar yang semakin masif memang berdampak pada ruang gerak usaha kecil di daerah. Menurutnya, ekspansi tak terkendali berpotensi menekan peluang UMKM untuk berkembang.

“Orang-orang kecil (UMKM) juga jadi tidak berkembang, kan? Karena semuanya ada di Alfamart dan Indomaret. Kalau tidak diatur, perlahan UMKM akan habis karena dikuasai satu pihak saja,” ujar Syahrul ketika ditemui di Jakarta, Jumat (31/10/2025).

Baca Juga: Cak Imin Sebut Retail Modern Matikan UMKM, Menteri Maman: Jangan Dilihat Secara Negatif Dulu!

Syahrul menilai, pemerintah seharusnya tidak berhenti pada tataran wacana atau pernyataan politik. Negara, tegasnya, harus hadir juga lewat kebijakan konkret untuk melindungi pelaku usaha kecil.

“Sekarang yang harus diperhatikan adalah bagaimana peran pemerintah menyikapi ini. Bukan sekadar mempertanyakan, tapi membuat kebijakan yang berpihak,” tegasnya.

Menurut Syahrul, langkah yang bisa dilakukan misalnya melalui pembatasan jumlah gerai ritel modern di daerah atau klasterisasi produk agar tidak semua barang UMKM juga dijual di jaringan besar.

“Misalnya, UMKM yang menjual produk tertentu tidak boleh bersaing langsung dengan produk serupa di minimarket besar. Itu bentuk perlindungan. Ada klasterisasi, biar tidak semua segmen diambil,” jelasnya.

Baca Juga: Jawab Kritikan Cak Imin Soal Retail Modern Matikan Bisnis UMKM, Begini Kata APRINDO

Meski demikian, Syahrul juga menyoroti klaim Alfamart dan Indomaret yang kerap menyebut telah 'melibatkan UMKM' dalam rantai pasoknya. Ia menilai klaim tersebut perlu diuji secara nyata di lapangan.

“Alfamart bilang selalu melestarikan UMKM, tapi pertanyaannya, UMKM seperti apa yang dimaksud? Apakah benar produk UMKM kecil ikut dijual di sana, atau hanya yang sudah skala industri?” ucapnya.

Senada dengan Syahrul, pandangan serupa disampaikan Andre Abdurrahman Assy selaku dosen FISSIG Universitas Budi Luhur lainnya. Dimana dirinya menilai persoalan ini bukan hanya tentang persaingan bisnis, tetapi juga soal struktur ekonomi yang timpang akibat absennya intervensi kebijakan yang adil.

“Kita tidak bisa menyalahkan ritel besar sepenuhnya. Masalahnya adalah negara belum punya mekanisme yang efektif untuk mengatur distribusi ekonomi agar tetap seimbang,” tutur Andre.

Andre menekankan pentingnya regulasi yang memastikan sinergi sehat antara UMKM dan jaringan ritel besar, tanpa membuat salah satu pihak tertekan.

“Yang harus ditekankan adalah bagaimana kedua ekosistem ini bisa hidup berdampingan. Ritel besar tetap tumbuh, tapi UMKM juga jangan mati pelan-pelan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan pemerintah daerah sangat penting dalam menjaga keberlanjutan usaha mikro dan kecil. Peraturan daerah (Perda), menurutnya, bisa menjadi alat kontrol yang efektif untuk membatasi ekspansi ritel modern.

“Kalau pusat tidak bisa intervensi, daerah harus berani ambil peran lewat Perda. Misalnya, membatasi jumlah gerai di radius tertentu atau menentukan zona khusus UMKM,” kata Andre.

Keduanya sepakat bahwa wacana soal dominasi ritel besar terhadap UMKM seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat kebijakan perlindungan ekonomi rakyat.

Tanpa langkah konkret, menurut mereka, usaha kecil akan semakin sulit bersaing di tengah arus modernisasi ritel yang kian agresif.

Sebelumnya, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan bahwa kedua jaringan retail modern justru berkontribusi besar dalam membuka akses pasar bagi produk-produk UMKM di berbagai daerah.

“Saya ingin semua pihak melihat pernyataan Cak Imin secara proporsional. Jangan dilihat dari sisi negatif dulu. Karena bagi kami di Kementerian UMKM, setiap model bisnis pasti punya plus minus,” ujar Maman di ICE BSD, Tangerang, Jumat (31/10/2025).

Maman menegaskan, Alfamart dan Indomaret selama ini telah memberi ruang bagi pelaku usaha kecil untuk memasarkan produk mereka melalui program kemitraan.

“Bagi saya, Alfamart dan Indomaret tetap punya kelebihan. Banyak juga UMKM yang dapat kesempatan jualan di sana. Jadi, bukan berarti mereka mematikan UMKM,” katanya.

Ia menilai semangat utama dari pernyataan Cak Imin adalah agar UMKM bisa tumbuh dan berdaya saing, bukan untuk memperuncing perdebatan dengan ritel besar. Karena itu, pemerintah akan mendorong terciptanya pola kemitraan yang saling menguntungkan.

“Sebetulnya prinsipnya sama, yakni bagaimana UMKM bisa ikut tumbuh. Jadi jangan dipertentangkan, justru kita sinergikan,” tegas Maman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.