Akurat

Omzet Bukan Laba! Ini Cara Mudah Memahami dan Menghitungnya

Herry Supriyatna | 3 Juli 2025, 22:51 WIB
Omzet Bukan Laba! Ini Cara Mudah Memahami dan Menghitungnya

AKURAT.CO Dalam dunia bisnis, terutama bagi pelaku UMKM dan pebisnis pemula, istilah omzet sering terdengar dan jadi tolok ukur keberhasilan usaha.

Tapi tahukah kamu? Banyak orang masih keliru memahami apa itu omzet—bahkan mengira omset sama dengan laba. Padahal, keduanya punya arti yang sangat berbeda.

Apa Itu Omzet?

Omset (atau omzet) adalah total pendapatan kotor yang diperoleh dari penjualan barang atau jasa dalam periode tertentu—baik harian, mingguan, maupun bulanan.

Contoh:
Kamu menjual 100 kue dengan harga Rp10.000 per buah. Maka omsetmu = 100 x Rp10.000 = Rp1.000.000

Tapi jangan buru-buru senang! Itu baru pendapatan kotor. Kamu belum menghitung biaya bahan, tenaga kerja, listrik, sewa, dan sebagainya.

Baca Juga: Paratusin: Obat Kombinasi untuk Redakan Flu dan Batuk

Omzet vs Laba: Apa Bedanya?

Perlu kamu garis bawahi:

  • Omzet = Total pendapatan kotor dari penjualan

  • Laba = Sisa uang dari omset setelah dikurangi semua biaya (produksi, operasional, gaji, dll)

Contoh sederhana:

  • Omzet: Rp5 juta per bulan

  • Biaya operasional: Rp3 juta
    Maka laba bersih kamu = Rp2 juta

Jadi meski omzet besar, belum tentu bisnismu untung besar!

Cara Menghitung Omzet dengan Mudah

Rumusnya simpel: Omzet = Harga Produk x Jumlah Produk Terjual

Contoh:
Kamu menjual 50 unit minuman @Rp20.000
Omzet = 50 x Rp20.000 = Rp1.000.000

Kamu bisa menghitung omzet harian, mingguan, hingga bulanan untuk memantau pertumbuhan bisnismu.

Walau bukan penentu untung atau rugi, omzet tetap jadi indikator penting. Ini alasannya:

- Menunjukkan skala penjualan dan pertumbuhan usaha
- Dibutuhkan saat mengajukan pinjaman usaha atau mencari investor
- Membantu menyusun target penjualan dan strategi bisnis
- Jadi bahan evaluasi untuk meningkatkan efisiensi dan profit

Baca Juga: Arahan Tegas Pramono: Kesehatan Masyarakat Dijaga, UMKM Tetap Dilindungi dalam Raperda Kawasan Tanpa Rokok

Omzet itu penting, tapi bukan berarti untung. Jadi jangan terbuai angka besar jika belum menghitung biaya-biaya lainnya.

Gunakan data omzet untuk menyusun strategi produksi, pemasaran, dan keuangan bisnis secara lebih bijak.

Mulai sekarang, catat omzetmu secara rutin. Karena dari situlah kamu bisa tahu, bisnis jalan di tempat atau benar-benar tumbuh.

 

Laporan: Hansel Finnegan/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.