Akurat

Kolaborasi Jadi Kunci Tumbuhkan Wirausahawan Baru dan Atasi Pengangguran

Demi Ermansyah | 21 Mei 2025, 11:20 WIB
Kolaborasi Jadi Kunci Tumbuhkan Wirausahawan Baru dan Atasi Pengangguran

AKURAT.CO Pemerintah terus mendorong sinergi antar kementerian untuk mengatasi tingginya angka pengangguran dan rendahnya tingkat kewirausahaan nasional.

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Kementerian Ketenagakerjaan menjalin kolaborasi untuk mengembangkan kewirausahaan melalui program pelatihan dan pendampingan terpadu.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan bahwa Indonesia menghadapi tantangan serius di sektor ketenagakerjaan.

“Sebanyak 85 persen tenaga kerja kita berpendidikan maksimal SMA. Bahkan lulusan S1 pun masih banyak yang belum bekerja sesuai kapasitasnya,” ungkap Yassierli dalam forum IMSA di Depok, Sabtu (17/5).

Baca Juga: Efisiensi Anggaran Jadi Pemicu Inovasi, Menteri Maman: UMKM Tetap Didukung Pemerintah

Dalam konteks tersebut, kerja sama dua kementerian resmi diteken pada 25 Maret 2025 lalu. Program ini ditargetkan mampu menciptakan minimal 1 juta wirausahawan baru hingga akhir masa pemerintahan Kabinet Merah Putih.

Sekretaris Kementerian UMKM, Arif Rahman Hakim, menyampaikan bahwa upaya peningkatan rasio kewirausahaan menjadi mandat langsung Presiden Prabowo. Targetnya, dari 3,08% saat ini, ditingkatkan menjadi 3,10% pada 2025 dan 3,60% di 2029.

“Menumbuhkan 5.000 wirausaha butuh waktu tiga bulan. Kalau targetnya 1 juta lebih, maka effort-nya harus kolaboratif dan masif,” kata Arif.

Baca Juga: Menteri Maman: Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Belanja Produk UMKM

Program yang dijalankan mencakup pelatihan berbasis kebutuhan industri, fasilitasi perizinan usaha, hingga pendampingan bisnis. Di sisi lain, pemerintah juga mendorong partisipasi daerah dan BUMN dalam ekosistem pemberdayaan kewirausahaan.

Pengamat ketenagakerjaan dari LIPI, Dwi Hartono, menilai sinergi ini penting agar solusi kewirausahaan tidak hanya bersifat sentralistik. “Daerah harus dilibatkan sejak awal, karena karakteristik usaha dan pasar tiap wilayah berbeda,” ujarnya.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui penciptaan lapangan kerja dan transformasi usaha dari sektor informal ke formal.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.