Akurat

Lewat Bentala Project, Master Bagasi dan KBRI Polandia Dukung Promosi UMKM di Kancah Global

Paskalis Rubedanto | 22 Desember 2024, 20:10 WIB
Lewat Bentala Project, Master Bagasi dan KBRI Polandia Dukung Promosi UMKM di Kancah Global

AKURAT.CO Dalam upaya mendukung visi besar Indonesia Emas 2045 sebagai negara berpendapatan tinggi, Master Bagasi, menggagas gerakan Nusantara Wave melalui Bentala Project.

Proyek ini mendapat sambutan hangat dari KBRI Polandia, yang siap mendukung promosi UMKM Indonesia ke pasar internasional.

Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Polandia, Muhammad Rizki, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Bentala Project. Ia menyebutkan antusiasmenya untuk menjalin kolaborasi dengan Master Bagasi dalam mempromosikan produk-produk lokal dan mendukung UMKM.

“Kami sangat antusias menyambut tim Master Bagasi. Langkah besar ini menunjukkan keberanian dan inovasi anak muda Indonesia dalam membawa nama baik bangsa ke kancah global. Kehadiran Bentala Project juga menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berinovasi,” ujar Rizki.

Baca Juga: Nonton Film Pemandi Jenazah LK21 Rebahin Full Movie IndoXXI Sulit Dibuka? Cek Sinopsis Berikut 10 Situs Web Aman dan Streaming Gratis

Rizki juga menyoroti fitur 'keranjang bersama' yang ada di aplikasi Master Bagasi.

Layanan ini menawarkan solusi pengiriman yang lebih hemat biaya, sehingga mendukung UMKM untuk menjangkau pasar internasional sekaligus mempermudah diaspora Indonesia memperoleh produk dari tanah air.

Founder dan CEO Master Bagasi, Amir Hamzah, menjelaskan, Bentala Project merupakan strategi untuk memperluas jangkauan produk-produk khas Nusantara di pasar global.

Gerakan ini menggabungkan promosi digital dengan interaksi langsung melalui jaringan diaspora Indonesia.

“Bentala Project adalah langkah strategis yang mengintegrasikan promosi digital dan hubungan langsung dengan diaspora. Diaspora berperan sebagai ‘duta’ produk lokal Indonesia di negara-negara target pasar,” ujar Hamzah.

Dengan infrastruktur digital yang telah dibangun Master Bagasi sejak 2021, proyek ini menawarkan kemudahan dalam perdagangan lintas batas melalui Master Bagasi Super App.

Kolaborasi dengan KBRI Polandia juga memperkuat komitmen Master Bagasi untuk mempromosikan UMKM Indonesia di kancah global.

Baca Juga: Cara Beli Tiket Ragunan Online dan Offline Selama Waktu Liburan Sekolah

“Kami berterima kasih kepada KBRI dan PPI Polandia yang menyambut kami dengan sangat hangat meskipun dalam suasana cuaca yang dingin. Dukungan ini semakin memotivasi kami untuk memberikan yang terbaik bagi UMKM dan diaspora Indonesia,” tambah Hamzah.

Diaspora Indonesia yang berjumlah lebih dari 12 juta orang di seluruh dunia memiliki potensi besar sebagai pasar sekaligus mitra strategis dalam mendorong ekspor UMKM.

Rasa nasionalisme yang tinggi dan keterhubungan dengan tanah air menjadikan diaspora sebagai penggerak utama Nusantara Wave.

Master Bagasi memanfaatkan jaringan diaspora melalui kolaborasi dengan institusi pemerintah seperti KBRI dan ITPC, serta komunitas diaspora di luar negeri.

Langkah ini memungkinkan ratusan produk dari merek-merek lokal Indonesia menjangkau pasar global lebih cepat, sekaligus meningkatkan daya saing UMKM.

Melalui kolaborasi lintas sektor, penggunaan teknologi digital, dan integrasi ekosistem e-commerce, Bentala Project menjadi bagian dari upaya memperkuat citra Indonesia sebagai pemain ekonomi global yang kompetitif.

Baca Juga: Shin Tae-yong Sebut Indonesia Bisa Cetak 2-3 Gol Jika Ferarri Tidak di Kartu Merah

“Gerakan ini tidak hanya tentang ekspor produk, tetapi juga tentang memperkuat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan memanfaatkan teknologi dan potensi diaspora, kami optimis dapat mendukung visi besar Indonesia Emas 2045,” pungkas Hamzah.

Bentala Project diharapkan dapat membuka jalan bagi produk-produk khas Nusantara untuk semakin dikenal di mancanegara dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian Indonesia.  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.