Apakah Trans7 dan Transmart Satu Perusahaan? Ini Jawabannya, Jangan Salah Paham!

AKURAT.CO Pertanyaan tentang hubungan antara Trans7 dan Transmart kembali menjadi bahan perbincangan publik. Banyak yang mengira kedua nama besar ini tidak memiliki kaitan apa pun selain kesamaan kata “Trans” dalam merek mereka.
Namun faktanya, baik Trans7 maupun Transmart berada di bawah satu kendali perusahaan besar, yakni CT Corp milik pengusaha nasional Chairul Tanjung.
CT Corp merupakan kelompok usaha konglomerasi yang membawahi sejumlah sektor penting di Indonesia. Di bawah bendera besar CT Corp, terdapat tiga pilar bisnis utama yang menjadi fondasi perusahaan ini, yaitu Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources.
Mega Corp berfokus pada sektor jasa keuangan yang mencakup perbankan, asuransi, dan pembiayaan. Beberapa unit bisnis yang tergabung di dalamnya antara lain Bank Mega, Allo Bank, Mega Insurance, Mega Jiwa, dan Mega Auto Finance.
Sementara itu, Trans Corp merupakan entitas yang bergerak di bidang media, gaya hidup, hiburan, dan ritel. Di sinilah Trans7 dan Transmart bernaung bersama sejumlah merek besar lainnya seperti Trans TV, Trans Studio, Trans Hotel, Trans Park, dan Trans Mall.
Baca Juga: Siapa Pemilik Shandika Widya Cinema? PH Xpose Uncensored Trans7 yang Singgung Pesantren Lirboyo
Trans Corp juga menjadi pemegang lisensi berbagai merek dagang internasional yang beroperasi di Indonesia, termasuk Versace, Armani, Wendy’s, Baskin-Robbins, dan Ibis Hotel.
Adapun pilar ketiga, CT Global Resources, berfokus pada sektor agribisnis dan sumber daya alam. Melalui perusahaan ini, CT Corp turut terlibat dalam kegiatan ekspor minyak kelapa sawit dan pengelolaan perkebunan melalui anak usaha seperti CT Agro.
Kisah terbentuknya Trans7 tidak terlepas dari langkah ekspansi bisnis Chairul Tanjung di awal tahun 2000-an. Setelah sukses menahkodai Bank Mega pasca krisis moneter 1998, Chairul Tanjung merambah dunia penyiaran dengan mendirikan Trans TV pada tahun 2001.
Lima tahun kemudian, tepatnya pada 2006, ia mengakuisisi stasiun televisi TV7 milik Kompas Gramedia Group. Setelah proses akuisisi selesai, TV7 resmi berganti nama menjadi Trans7 seperti yang dikenal hingga saat ini.
Sementara itu, Transmart merupakan hasil transformasi dari Carrefour Indonesia yang diakuisisi oleh Trans Corp. Melalui langkah ini, Chairul Tanjung membawa jaringan ritel modern tersebut menjadi bagian dari konglomerasi bisnisnya.
Transmart kini menjadi salah satu jaringan pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia dengan konsep ritel terpadu yang menggabungkan kebutuhan belanja harian, hiburan keluarga, dan kuliner.
Meskipun Trans7 dan Transmart bergerak di sektor yang berbeda, keduanya memiliki keterkaitan erat dalam hal kepemilikan dan strategi bisnis.
Trans7 berperan dalam sektor media penyiaran yang menjangkau publik secara luas, sedangkan Transmart hadir di sektor ritel yang berinteraksi langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Keduanya menjadi bagian dari sinergi bisnis yang dibangun CT Corp untuk memperkuat pengaruhnya di berbagai lini industri.
Baca Juga: Komnas Haji Desak DPR Segera Bentuk Panja Haji 2026 karena Waktu Persiapan Hanya Enam Bulan
Chairul Tanjung sendiri dikenal sebagai sosok pengusaha yang memulai kariernya dari nol. Lahir dari keluarga sederhana, ia merintis bisnis sejak masih menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.
Kerja keras dan keberanian mengambil risiko menjadikannya salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia bisnis Indonesia. Menurut data Forbes awal 2022, Chairul Tanjung menempati posisi ketiga orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan mencapai sekitar 7,5 miliar dolar AS atau setara 107 triliun rupiah.
Dengan demikian, tidak mengherankan jika nama “Trans” sering muncul dalam berbagai lini bisnis, mulai dari televisi, hiburan, hingga pusat perbelanjaan. Semua itu berakar dari satu sumber yang sama, yaitu CT Corp.
Jadi, bagi masyarakat yang masih penasaran apakah Trans7 dan Transmart satu perusahaan, jawabannya sudah jelas: keduanya berada di bawah payung bisnis yang sama dan dikendalikan oleh sosok yang sama pula, Chairul Tanjung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










