Akurat

Kenali FOMO dan Cara Mengatasinya

Eko Krisyanto | 24 Juni 2025, 17:45 WIB
Kenali FOMO dan Cara Mengatasinya

AKURAT.CO Pernahkah Anda merasa cemas atau gelisah saat melihat teman-teman di media sosial sedang menikmati momen seru tanpa Anda? Jika ya, kemungkinan besar Anda sedang merasakan FOMO.

Istilah FOMO adalah singkatan dari Fear of Missing Out, yang secara harfiah berarti "ketakutan ketinggalan sesuatu." Fenomena ini semakin merajalela di era digital, di mana informasi tentang kehidupan orang lain begitu mudah diakses.

Apa Sebenarnya FOMO Adalah?

FOMO adalah sebuah perasaan cemas yang muncul karena anggapan bahwa orang lain mungkin sedang mengalami pengalaman yang memuaskan dan Anda melewatkannya. Ini bukan sekadar keinginan untuk bergabung, melainkan sebuah kecemasan yang mendalam dan terkadang mengganggu.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan di Computers in Human Behavior (dilansir dari ScienceDirect), FOMO seringkali dikaitkan dengan penggunaan media sosial yang intens dan kebutuhan untuk merasa terhubung.

Beberapa karakteristik utama dari FOMO meliputi:

  • Kecemasan: Merasa gelisah atau tidak tenang saat melihat aktivitas orang lain di media sosial.
  • Perbandingan Sosial: Cenderung membandingkan diri dengan orang lain, terutama dalam hal pengalaman atau pencapaian.
  • Dorongan untuk Terus Terhubung: Merasa harus selalu memeriksa feed media sosial atau pesan agar tidak ketinggalan informasi.
  • Penyesalan: Merasa menyesal jika melewatkan suatu acara atau kesempatan.

Mengapa FOMO Begitu Meresahkan?

FOMO bisa sangat meresahkan karena menciptakan lingkaran setan.

Semakin banyak waktu yang dihabiskan di media sosial, semakin besar kemungkinan untuk melihat postingan yang memicu FOMO. Hal ini kemudian dapat mengarah pada perilaku kompulsif untuk terus memeriksa media sosial, yang justru memperburuk kecemasan.

Sebagai contoh, Bayu, seorang mahasiswa, sering merasa tidak tenang ketika melihat unggahan teman-temannya sedang berkumpul di kafe. Meskipun dia sebenarnya memiliki tugas yang harus diselesaikan, perasaan FOMO membuatnya terus-menerus membuka Instagram, mencari tahu apa yang sedang terjadi, dan akhirnya merasa ketinggalan. 

Dampak FOMO Terhadap Kesehatan Mental

Dampak FOMO tidak boleh diremehkan. Jika dibiarkan terus-menerus, FOMO dapat memengaruhi kesehatan mental dan kesejahteraan seseorang.

Beberapa dampak negatif yang mungkin timbul antara lain:

  • Peningkatan Stres dan Kecemasan: Rasa takut ketinggalan bisa memicu stres kronis dan gangguan kecemasan.
  • Penurunan Kualitas Tidur: Terus-menerus memeriksa ponsel sebelum tidur dapat mengganggu pola tidur.
  • Gangguan Konsentrasi: Pikiran yang selalu terpecah karena ingin tahu apa yang terjadi di media sosial bisa menurunkan fokus.
  • Penurunan Harga Diri: Perbandingan sosial yang konstan dapat membuat seseorang merasa kurang berharga atau tidak cukup baik.

Cara Mengelola dan Mengatasi FOMO

Meski FOMO adalah fenomena yang umum, ada beberapa langkah yang bisa Anda ambil untuk mengelolanya:
 
1. Batasi Penggunaan Media Sosial
 
Atur waktu khusus untuk memeriksa media sosial dan patuhi batasan tersebut. Pertimbangkan untuk mematikan notifikasi yang tidak penting.
 
2. Fokus pada Kehidupan Nyata
 
Alihkan perhatian pada aktivitas yang benar-benar Anda nikmati di dunia nyata, seperti hobi, olahraga, atau berkumpul dengan keluarga dan teman secara langsung.
 
3. Latih Kesadaran Penuh
 
Belajar untuk hadir sepenuhnya di momen ini tanpa terlalu khawatir tentang apa yang mungkin terjadi di tempat lain.
 
4. Ingat Realitas Media Sosial
 
Sadarilah bahwa apa yang terlihat di media sosial seringkali adalah "sorotan" dan bukan gambaran lengkap kehidupan seseorang. Setiap orang punya perjuangan masing-masing yang tidak selalu ditunjukkan.
 
Jadi, FOMO bukan sekadar tren sesaat, melainkan sebuah kondisi psikologis yang dapat memengaruhi kesejahteraan kita di era digital ini.
 
Dengan memahami akar penyebabnya dan menerapkan strategi pengelolaan yang tepat, Anda bisa mengurangi dampaknya dan hidup lebih damai. Jangan biarkan ketakutan akan ketinggalan sesuatu menguasai Anda. Fokuslah pada apa yang benar-benar penting bagi diri Anda.
 
Dwi Arya Rahmansyah Ramadhan (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R