Akurat

Anies Singgung Masalah Catcalling saat Debat, Apa Arti Istilah Tersebut?

Iwan Gunawan | 6 Februari 2024, 13:03 WIB
Anies Singgung Masalah Catcalling saat Debat, Apa Arti Istilah Tersebut?

AKURAT.CO Calon presiden nomor urut 01, Anies Baswedan membahas megenai catcalling pada debat kelima pilpres 2024 pada Minggu (4/2/2024). Anies memaparkan istilah tersebut ketika sedang dalam pembahasan mengenai pemberdayaan dan perlindungan perempuan.

Anies menegaskan bahwa catcalling masih banyak terjadi di kalangan perempuan. Bahkan kekerasan hingga pelecean seksual juga masih marak terjadi. 

Baca Juga: Jadi Korban Catcalling, Aura Kasih Teriakkan Perempuan Harus Galak

Menurut Anies, tindakan seperti catcalling pantas diberi sanksi yang tegas.

"Kekerasan perempuan tidak boleh disepelekan, dianggap isu kecil. Mulai catcalling hingga kekerasan fisik harus ditindak tegas, dan kami akan tindak tegas," kata Anies.

Apa itu catcalling?

Melansir dari berbagai sumber, catcalling merupakan salah satu bentuk pelecehan di jalanan berupa komentar seksual yang tidak diinginkan, gerakan provokatif dan klakson mobil. Meskipun tindakan ini sering dinormalisasi, faktanya catcalling dapat menimbulkan rasa tidak nyaman hingga membuat korban menderita.

Kerap kali penampilan fisik wanita menjadi sasaran pelaku catcalling. Lebih parahnya lagi, ketika pelaku melakukan catcalling, mereka cenderung ingin menarik perempuan tersebut dan merendahkannya.

Memerhatikan tubuh, seolah itu adalah sebuah objek estetika termasuk dalam tindakan merendahkan seseorang. Kemudian harga diri pelaku akan mengalami peningkatan apabila melakukan hal tersebut.

Contoh perilaku catcalling

Catcalling termasuk dalam kategori pelecehan seksual yang sering dialami oleh wanita atau remaja perempuan. Terdapat dua jenis catcalling. Pertama, catcalling verbal yang merujuk pada tindakan pelaku seperti siulan atau komentar terkait penampilan korban. Kedua, catcalling non verbal yang berupa tindakan pelaku menggunakan gestur fisik untuk menilai penampilan korban.

Berikut contoh catcalling mengutip dari laman garbo.io:

- Orang asing yang memanggil orang lain di trotoar dan jalanan yang berupa mendekati orang tidak dikenal untuk meminta lebih banyak tersenyum.
- Berteriak dan menanyakan usia.
- Menghalangi jalan untuk menatap mata dan berkata seolah memuja.
- Memerlambat mobil untuk membunyikan klakson, bersiul dan menghina.
- Mengajak untuk pulang bersama.

Pelecehan jalanan seperti bentuk-bentuk kekerasan berbasis gender lainnya bertujuan untuk menegaskan kekuasaan dan kendali atas seseorang.

Dampak catcalling bagi kesehatan mental

Pelaku beranggapan bahwa catcalling hanya candaan untuk menarik perhatian korban. Faktanya catcalling dapat berdampak trauma pada korban atas tindakan tersebut.

Beberapa orang merasa catcalling akan menimbulkan tindakan yang lebih berbahaya. Sehingga keresahan tersebut membuat perempuan lebih memilih menghindari wilayah rawan catcalling.

Berikut dampak tindakan cat calling bagi kesehatan mental:

- Korban tidak merasa nyaman dan aman ketika berada di ruang publik.
- Pergerakan di ruang publik seolah terbatas.
- Timbul rasa malu dan tidak percaya diri.
- Memicu kesehatan mental lainnya.

Saat ini, masih belum ada tindakan tegas dari pihak berwenang dalam mengatasi tindakan catcalling sehingga sulit untuk melaporkan catcalling ketika terjadi.

Salah satu cara untuk mengatasi perlakuan catcalling yakni balas ucapan pelaku atau dokumentasikan kejadian sebagai bentuk bukti kemudian mengunggahnya di media sosial agar viral.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

I
Reporter
Iwan Gunawan
R