Akurat

Benarkah Cewek Lebih Gampang Dapat Kerja? Ini Kata Penelitiannya!

Eko Krisyanto | 16 Juli 2025, 11:57 WIB
Benarkah Cewek Lebih Gampang Dapat Kerja? Ini Kata Penelitiannya!
 
AKURAT.CO Kalian pernah dengar kalimat ini enggak sih, bahas topik yang sering banget dibicarakan, bahkan jadi bahan perdebatan. “Cewek tuh gampang banget cari kerja, tinggal cantik doang langsung keterima! Tapi... bener nggak sih?
 
Kedengarannya seperti candaan, tapi sebenarnya menyimpan perdebatan yang cukup serius, kan? Mari kita bedah apakah ini mitos atau fakta.
 

Fakta atau Mitos?

Kalau kita lihat sekilas, banyak yang bilang cewek gampang dapat kerja karena penampilan. Tapi, apakah itu cuma asumsi atau ada penelitiannya? Ternyata, ada! Salah satu teori yang sering dikaitkan dengan fenomena ini adalah Beauty Premium Theory.

Teori “Beauty Premium” dari Harvard

Hamermesh dan Biddle pada tahun 1994 dari Harvard University pernah menulis dalam jurnal American Economic Review. Namun, penelitian lanjutan yang lebih mendalam dilakukan oleh Markus Mobius dan Rosenblat dari Harvard University pada tahun 2006, yang diterbitkan dalam jurnal American Economic Review dengan judul “Why Beauty Matters” menunjukkan bahwa orang dengan penampilan menarik cenderung mendapatkan gaji lebih tinggi dan lebih cepat diterima kerja. Fenomena ini dikenal sebagai “beauty premium” atau keuntungan ekonomi karena dianggap menarik secara fisik.
 
Teori ini bilang bahwa kecantikan bisa menciptakan persepsi positif, misalnya diasosiasikan dengan sifat rajin, disiplin, atau punya kemampuan sosial yang baik walaupun belum tentu sepenuhnya benar.

Bukan Cuma Soal Cantik

Tapi, jangan salah. Ini bukan berarti semua cewek pasti dapat kerja cuma karena cantik.
 
Ada banyak faktor lain seperti pendidikan, soft skill, komunikasi, bahkan kemampuan teknis yang tetap jadi penentu utama. 
 
Namun dalam pekerjaan yang membutuhkan interaksi sosial tinggi seperti frontliner, sales, marketing, atau public relations, penampilan memang bisa menjadi nilai tambah.

Lalu Kenapa Cowok Dianggap Lebih Sulit?

Penelitian menunjukkan bahwa beauty premium juga berlaku untuk pria, tapi dengan standar berbeda.
 
Penampilan menarik pada pria lebih banyak dikaitkan dengan tinggi badan, postur tubuh, dan maskulinitas. Namun, menurut penelitian Maestripieri et al. (2017), pria lebih jarang mendapat keuntungan dari penampilan saja dibanding perempuan.
 
Selain itu, ekspektasi sosial terhadap pria seringkali lebih berat harus punya skill teknis, pengalaman, atau posisi strategis. Ini membuat pria yang baru lulus atau belum punya “nilai jual” tertentu, terasa lebih sulit masuk dunia kerja.
 

Apakah Ini Diskriminasi?

Secara tidak langsung, ya. Fenomena ini disebut lookism diskriminasi berdasarkan penampilan fisik. Ini bisa merugikan banyak pihak, baik cewek maupun cowok, karena menilai orang bukan dari kompetensinya, tapi dari tampilannya.
 
Cewek bisa jadi lebih cepat diterima kerja dalam beberapa bidang karena efek “beauty premium,” tapi itu bukan satu-satunya faktor.
 
Cowok memang kadang menghadapi tuntutan sosial yang lebih berat, tapi pada akhirnya, kerja keras, skill, dan kepribadian tetap jadi penentu utama kesuksesan di dunia kerja.
 
Jadi, daripada saling menyalahkan, mending kita fokus bangun kualitas diri! 
 
Bayu Aji Pamungkas (Magang)
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R