Jadi Korban Catcalling, Aura Kasih Teriakkan Perempuan Harus Galak

AKURAT.CO, Artis cantik Aura Kasih mengungkapkan bahwa bagi seorang wanita untuk bisa menghindari diri dari percobaan pelecehan seksual, maka seorang wanita itu harus bisa tegas bahkan boleh untuk bersikap galak.
Aura Kasih bahkan mengungkapkan dirinya pernah menjadi bahan catcalling saat sedang jogging oleh seorang pria.
“Saya pernah lagi jogging terus ada yang catcalling, saya samperin aja langsung orangnya, ada apa yah mas panggil-panggil saya, kebetulan nih saya lagi live Instagram, tadi manggil-manggil saya apa mas,” ungkapnya saat menjadi narasumber di acara talkshow bertajuk Suara Hati Perempuan hasil kolaborasi antara Transjakarta dan Yayasan Suara Perempuan, Selasa (20/12/2022).
“Saya bilang aja, saya lagi live Instagram nih. Mas tadi manggil-manggil saya apa?! Perempuan itu harus berani tegas, harus berani galak untuk bisa melindungi dirinya sendiri dari orang-orang yang mau melecehkan kita,” jelas Aura Kasih.
Aura Kasih juga mengungkapkan bahwa ketika kita berani menghadapi pelaku pelecehan seksual justru mereka si pelaku pelecehan seksual itu yang nantinya bakal malu sendiri karena Aura menganggap bahwa para pelaku pelecehan seksual hanya ingin perhatian dari kita saja.
“Pelaku-pelaku pelecehan seksual itu justru malah malu dan takut ketika kita bisa berani menghadapi mereka, karena mereka cuma berani ngegodain kita aja,” ujar Aura Kasih.
Aura Kasih juga menyampaikan saran bagi perempuan-perempuan Indonesia agar terhindar dari pelecehan seksual, salah satunya adalah dengan menjadikan media sosial sebagai senjata.
“Kalau berani langsung aja samperin ke pelaku catcalling dan suruh mereka tampil di live Instagram kita. Biar semua orang tahu muka-muka pelaku kekerasan seksual, karena itu juga bagian dari mengedukasi mereka bahwa wanita juga perlu dihargain, gak apa-apa dibilang judes, ih judes amat, tapi emang kita harus judes untuk melindungi diri kita,” tegas Aura Kasih.
Aura Kasih bersama-sama dengan Leony (Trio Kwek-Kwek) dan Nova Eliza tergabung dalam Yayasan Suara Perempuan untuk menyuarakan perlawanan terhadap segala upaya pelecehan seksual pada perempuan.
Yayasan Suara Perempuan bersama dengan PT. Transportasi Jakarta (Transjakarta) dengan tegas menolak adanya pelecehan seksual, khususnya di sektor transportasi.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur pelayanan dan Pengembangan PT. Transjakarta, Lies Permana Lestari mengapresiasi Yayasan Suara Perempuan yang telah konsisten menyampaikan isu perlindungan perempuan ditambah komitmen dari Transjakarta yang hendak melahirkan pelayanan publik yang nyaman bagi perempuan
“Kami berfokus menghadirkan pelayanan yang bisa melindungi kaum perempuan di Transjakarta tanpa ada rasa takut dan juga was-was, supaya Transjakarta menjadi tempat yang nyaman bagi perempuan,” jelas Lies Permana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa




