Akurat

Kamu Harus Tahu Beda Antiperspirant Dan Deodorant, Mana Paling Ampuh Atasi Bau Badan?

Ramadhan LQ | 28 November 2023, 18:58 WIB
Kamu Harus Tahu Beda Antiperspirant Dan Deodorant, Mana Paling Ampuh Atasi Bau Badan?

AKURAT.CO Deodorant dan antiperspirant adalah dua produk kosmetik yang banyak digunakan baik oleh pria maupun wanita. Banyak orang menggunakan produk ini setiap hari, tapi apa perbedaan keduanya?

Antiperspirant dan deodoran memiliki beberapa perbedaan utama.

Deodorant menutupi bau, sedangkan antiperspirant mengurangi jumlah keringat. Kedua produk ini dapat digunakan dimanapun digunakan pada tubuh Anda, paling sering pada ketiak. Seringkali, deodorant dan antiperspirant digabungkan dalam satu produk.

Baca Juga: Gara-gara Deodorant Jatuh di Sungai, Dua Mahasiswa IPB Tewas Tenggelam

Deodorant dianggap kosmetik, tetapi antiperspirant termasuk dalam klasifikasi obat. Deodorant menawarkan dua bentuk perlindungan terhadap bau badan. Yang pertama adalah sifat antimikroba yang mengurangi jumlah bakteri penghasil bau. Yang kedua adalah wewangian yang menutupi bau yang dihasilkan tubuh.

Sementara itu, antiperspirant memblokir kelenjar ekrin dalam tubuh yang menghasilkan keringat. Ini biasanya dilakukan dengan bahan bahan dasar senyawa alumunium.

Antiperspirant dan deodorant disetujui sebagai produk yang aman digunakan sehari-hari tanpa menimbulkan risiko efek samping berbahaya. Namun, dengan bahan-bahan seperti aluminium dan paraben, terdapat peningkatan dalam menawarkan lebih banyak alternatif bahan alami.

Karena keduanya memiliki bahan dasar yang berbeda, maka keduanya juga punya fungsi yang berbeda. Deodorant membantu menutupi bau tersebut dan bahkan dapat membuat kamu lebih harum tergantung pada wewangian dalam produk deodorant Anda.

Hebatnya lagi, deodorant dapat membantu Anda merasa lebih percaya diri dan mengurangi rasa minder. Jika Anda berolahraga di gym atau berpartisipasi dalam olahraga kompetitif, Anda mungkin lebih efektif jika tidak memikirkan bau badan Anda.

Sedangkan antiperspirant punya manfaat tambahan dari deodorant, antiperspirant menghalangi kelenjar keringat, sehingga menghalangi keluarnya bau yang tidak sedap saat Anda berkeringat.

Ingatlah bahwa manfaat ini bersifat sementara dan produk mungkin perlu digunakan kembali agar efektivitasnya berkelanjutan. Mandi atau membasuh ketiak bisa menghilangkan antiperspirant dan mengembalikan kemampuan tubuh untuk mengeluarkan keringat.

Durasi efektivitas antara dua produk tersebut juga berbeda, antiperspirant biasanya memberikan perlindungan yang lebih lama daripada deodoran, seringkali hingga 24 jam atau lebih.

Sedangkan deodorant bisa memberikan perlindungan untuk beberapa jam setelah penggunaan.

Beberapa produk dipasarkan sebagai "antiperspirant deodorant," yang berarti mereka mengandung unsur dari keduanya. Ini memberikan perlindungan terhadap bau badan dan mengurangi produksi keringat.

Baca Juga: Tragis! Remaja Australia Tewas karena Ketagihan Hirup Deodoran, Efeknya bak Narkoba

Kedua jenis produk ini bisa mengandung bahan-bahan tambahan, seperti wewangian atau pelembap, yang dapat memberikan manfaat tambahan.

Tambahan bahan-bahan tersebut memiliki reaksi yang berbeda bagi beberapa orang. Beberapa orang mungkin mengalami iritasi kulit atau reaksi alergi terhadap bahan-bahan tertentu dalam antiperspirant atau deodorant. Pilihlah produk yang sesuai dengan jenis kulit Anda.

Penting untuk dicatat bahwa sifat dan efektivitas produk-produk ini dapat bervariasi antara merek dan formulasi yang berbeda. Jika Anda memiliki kekhawatiran khusus atau masalah kulit, sebaiknya berkonsultasi dengan ahli dermatologi atau profesional kesehatan.

Berkeringat adalah respon alami tubuh Anda. Meskipun Anda tidak bisa membayangkan keringat, bau yang dihasilkannya mungkin membuat Anda malu. Sehingga kamu membutuhkan deodorant dan antiperspirant untuk mencegah bau.

Another tips, setelah menggunakan antiperspirant dan deodorant harap bersihkan ketiakmu dengan micellar water atau dibasuh dengan air agar bahan utama tidak tertinggal di ketiakmu. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
Reporter
Ramadhan LQ
R