Akurat

Tragis! Remaja Australia Tewas karena Ketagihan Hirup Deodoran, Efeknya bak Narkoba

| 15 Mei 2022, 19:00 WIB
Tragis! Remaja Australia Tewas karena Ketagihan Hirup Deodoran, Efeknya bak Narkoba

AKURAT.CO Anne Ryan terkejut mendapati putrinya, Brooke Ryan, meninggal di kamar tidurnya di New South Wales, Australia. Gadis 16 tahun itu ditemukan tak bernyawa dalam kondisi tengkurap dengan botol deodoran semprot dan kain serbet di bawahnya pada 3 Februari lalu.

Ibunya yakin putrinya meninggal karena sindrom kematian mendadak, efek samping potensial dari praktik menghirup inhalansia yang jadi tren mematikan yang disebut 'chroming' (mabuk ngelem). Inhalansia sendiri adalah senyawa organik yang mudah menguap dan mudah ditemukan atau didapatkan di pasaran, seperti lem, menurut Yayasan untuk Dunia Bebas Narkoba.

Sebelum tragedi ini, keluarga Brooke tak tahu ia telah menggunakan inhalansia.

Sydney Morning Herald

Gadis remaja ini dikenal sebagai siswi yang cerdas sekaligus atlet yang berbakat bermain basket, netball, dan sepak bola. Ia bercita-cita menjadi pengacara, fisioterapis, atau ahli kecantikan setelah lulus sekolah.

"Sayangnya ia bergulat dengan kesehatan mentalnya dan mencoba meredakan rasa sakit itu, lalu tak sengaja membayar harga tertinggi," tulis ayahnya, Deon Ryan, di Facebook, dilansir dari Sydney Morning Herald.

Meski laporan Penyidik belum dirilis, keluarga Brooke memanfaatkan Hari Ibu (8/5) untuk membicarakan kematiannya. Mereka memperingatkan orang lain soal bahaya penyalahgunaan inhalan.

"Harap waspadai tanda-tandanya, yaitu sering sakit kepala, menggunakan deodoran berlebihan, bau di kamar tidurnya, dan bercak putih di serbet atau handuk tangan. Semoga kematian Brooke dapat membantu menyelamatkan nyawa lainnya," tulis sepupu Anne, Sharon Dawson, di Facebook.

Anne pun menyerukan edukasi narkoba yang lebih baik untuk orang tua dan remaja tentang risiko inhalansia. Ia juga ingin pelabelan yang lebih baik pada kaleng aerosol untuk memperingatkan risikonya.

Dua tahun sebelumnya, remaja NSW lainnya meninggal setelah menghirup sekaleng deodoran.

Saat menginap bersama-sama, Bradley Mair dan teman-temannya mencoba 'chroming' untuk pertama kalinya.

"Ia dan teman-temannya membuat keputusan konyol dan itu merenggut nyawanya," sesal ibu remaja 16 tahun tersebut, Corinne Mair.

Putranya yang bugar dan sehat belum pernah mencoba chroming sebelumnya. Ia meninggal setelah bahan kimia beracun dalam deodoran menyebabkan jantungnya berhenti berdetak.

 AAP

Awal tahun ini, raksasa pasar swalayan Coles mengambil langkah proaktif untuk melawan chroming. Rak deodoran dikunci di beberapa tokonya.

"Coles bekerja sama dengan polisi untuk meminimalkan kematian yang disebabkan oleh penyalahgunaan produk aerosol. Dibutuhkan peran seluruh masyarakat untuk mendukung masalah ini," kata seorang juru bicara perusahaan.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.