Padang Nusantara, Pelipur Selera Masakan Indonesia di Tengah Sibuknya Kota Bangkok

Liputan khusus Akurat.co di SEA Games Thailand 2025 didukung oleh Jamkrindo dan Telkomsel.
AKURAT.CO, Di tengah hiruk-pikuk terik siang kawasan Ratchathewi, Bangkok, Thailand, aroma rendang dan gulai khas Minangkabau menguar dari sebuah rumah makan bernama Padang Nusantara.
Restoran ini menjadi oase kuliner bagi warga Indonesia, Malaysia, hingga atlet Merah Putih yang tengah bertanding di SEA Games Thailand 2025. Sekaligus penawar rindu terhadap masakan Tanah Air.
Padang Nusantara dikelola oleh Dina, perempuan asal Melayu yang telah lama berkecimpung di dunia kuliner. Ia mengungkapkan, Padang Nusantara mulai beroperasi di Bangkok sejak 2023 dan kini telah memasuki tahun kedua dengan respons pasar yang positif.
Baca Juga: SEA Games ke-33 Resmi Ditutup Wakil PM Thailand di Rajamangala, Malaysia Siap Gelar Edisi 2027
“Kami alhamdulillah sudah dua tahun di sini. Responsnya baik, bukan hanya dari orang Indonesia, tapi juga dari berbagai negara,” ujar Dina saat Akurat.co mengunjungi Padang Nusantara, Minggu (21/12).
Dina menjelaskan, Padang Nusantara saat ini memiliki dua cabang di Bangkok dan lima cabang di Kamboja. Kehadiran rumah makan Padang di Thailand berangkat dari pengalaman pribadinya yang kesulitan menemukan masakan nasi dan lauk bercita rasa Nusantara saat pertama kali datang ke Negeri Gajah Putih.
“Di sini kebanyakan tomyam dan makanan Thailand. Kami terbiasa makan nasi dan lauk Padang. Dari situ muncul ide menghadirkan masakan Padang yang benar-benar asli,” katanya.
Untuk menjaga keaslian rasa, Padang Nusantara mengimpor langsung berbagai bahan dari Indonesia. Mulai dari bumbu rendang, kerupuk jangek (kulit), hingga ayam kampung digunakan demi mempertahankan cita rasa otentik.
“Bumbunya mungkin kelihatannya sama, tapi rasanya beda. Rendang itu harus bumbu khas Indonesia. Tukang masak kami juga asli dari Padang,” jelas Dina.
Ia juga menegaskan bahwa Padang Nusantara mengantongi sertifikasi halal dan tidak menjual minuman keras. Prinsip kejujuran dalam berusaha menjadi pegangan utama dalam menjalankan bisnis kuliner di luar negeri.
“Kami 100 persen halal, tidak jual minuman keras. Bagi kami, halal itu bukan sekadar label, tapi tanggung jawab,” tegasnya.
Dari sisi harga, Padang Nusantara tergolong ramah di kantong. Seporsi rendang dibanderol sekitar 100 baht (sekitar Rp55.000), jauh di bawah harga daging di sejumlah restoran lain di Bangkok.
“Yang penting orang makan kenyang dan puas,” ucap Dina.
Keberadaan Padang Nusantara turut dirasakan manfaatnya oleh atlet Indonesia yang sedang bertanding di Thailand. Salah satunya Fernando, atlet soft tennis putra Indonesia yang datang bersama timnya usai mengikuti Thailand Open di Phatum Thani.
“Kami tahu tempat ini dari tim putri. Kapten tim kami orang Padang, jadi dia rekomendasikan ke sini,” ujar Fernando.
Fernando mengaku bahwa masakan Padang Nusantara menjadi obat rindu setelah beberapa waktu harus menyesuaikan diri dengan makanan lokal Thailand.
“Jelas mengobati kangen. Buktinya saya makan dua porsi,” katanya sambil tersenyum.
Hal senada disampaikan atlet soft tennis putri Indonesia, Maria Rasyif. Menurutnya, cita rasa gulai dan rempah di Padang Nusantara sangat dekat dengan masakan di Tanah Air.
“Ini pertama kali saya makan di sini dan rasanya enak. Rempah-rempahnya mirip masakan Melayu, jadi cocok banget,” kata Maria.
Maria menambahkan, kehadiran makanan Indonesia di Bangkok memberi kenyamanan tersendiri bagi atlet yang tengah fokus bertanding dan mempersiapkan diri menuju Asian Games 2026.
Dengan cita rasa otentik, jaminan halal, dan harga terjangkau, Padang Nusantara tak hanya menjadi tempat makan, tetapi juga ruang pulang sementara bagi perantau dan atlet Indonesia di Bangkok.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









