Wisata Tersembunyi di Solo yang Jarang Diketahui Traveler

AKURAT.CO Kalau mendengar kata wisata Solo, mungkin yang pertama terlintas di benakmu adalah Keraton Surakarta dan Pura Mangkunegaran. Dua tempat ini memang sudah menjadi ikon wisata budaya yang wajib dikunjungi saat berlibur ke Kota Bengawan.
Namun, selain dua destinasi populer tersebut, Solo juga punya sederet wisata unik dan bersejarah yang masih jarang diketahui banyak orang. Penasaran di mana saja tempatnya? Yuk, simak ulasan berikut!
1. Dalem Kalitan
Dari luar, bangunan ini tampak megah dengan tembok tinggi yang mengelilingi pendopo serta pepohonan beringin rimbun yang menyambut setiap pengunjung. Inilah Dalem Kalitan, salah satu cagar budaya di Solo yang menyimpan nilai sejarah tinggi.
Baca Juga: 7 Wisata Kuliner Malam Paling Hits di Jakarta, dari Pecenongan sampai Pantjoran PIK!
Dulunya, rumah ini merupakan kediaman putri sulung Raja Pakubuwono X. Namun, kemudian beralih menjadi tempat tinggal Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto.
Di dalamnya, masih tersimpan rapi berbagai barang pribadi keluarga Soeharto. Bangunan yang berdiri kokoh sejak tahun 1874 ini, kini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah Solo yang patut dikunjungi.
2. Gedung Djoeang 45
Gedung bergaya arsitektur Eropa ini termasuk tempat wisata bersejarah di Solo yang belum banyak diketahui traveler.
Dibangun sekitar tahun 1876, Gedung Djoeang 45 pernah difungsikan sebagai markas militer pada masa penjajahan Belanda dan Jepang, lalu berganti menjadi asrama, klinik, hingga panti asuhan setelah Indonesia merdeka.
Kini, gedung ini digunakan sebagai gedung serbaguna untuk berbagai acara. Suasananya yang estetik dengan lampu dan kursi taman menjadikannya spot foto menarik di Solo.
3. Lokananta
Pecinta musik wajib mampir ke Lokananta, label rekaman legendaris Indonesia yang sempat berjaya di era 80–90-an. Tempat ini dulu menjadi studio rekaman sekaligus pabrik piringan hitam pertama di Indonesia.
Kini, Lokananta telah direvitalisasi menjadi kompleks kreatif berisi museum, area pertunjukan musik, ruang UMKM, tempat kuliner, dan studio rekaman modern. Di sini, Anda bisa melihat koleksi alat rekaman klasik dan piringan hitam yang penuh nilai sejarah, cocok untuk bernostalgia dengan musik lawas Indonesia.
4. Kampung Batik Laweyan
Selain Kampung Batik Kauman, Solo juga punya Kampung Batik Laweyan yang tak kalah menarik. Lokasinya berada di pusat kota, dan sudah dikenal sejak masa Kerajaan Pajang sebagai sentra produksi batik.
Motif batik Laweyan terkenal khas dan bahkan dulu sempat diekspor ke mancanegara. Saat berkunjung ke sini, kamu bisa berbelanja batik langsung dari pengrajinnya, belajar membatik, hingga berfoto di antara bangunan tua bergaya kolonial yang masih terawat.
5. Astana Oetara
Destinasi terakhir yang tak kalah menarik adalah Astana Oetara, kompleks pemakaman Raja Mangkunegaran VI beserta keluarga dan tokoh penting kerajaan. Sebelum masuk ke area makam, pengunjung biasanya berbicara terlebih dahulu dengan juru kunci setempat.
Selain berziarah, di sini Anda juga bisa mengunjungi museum kecil yang menyimpan barang-barang peninggalan kerajaan. Termasuk, foto-foto dan artefak bersejarah dari Keraton Mangkunegaran.
Solo memang kaya akan tempat wisata sejarah dan budaya. Selain destinasi populer seperti Keraton Surakarta, jangan lewatkan juga kunjungan ke tempat-tempat tersembunyi, seperti Dalem Kalitan, Gedung Djoeang 45, Lokananta, Kampung Batik Laweyan, dan Astana Oetara.
Kelima tempat ini bukan hanya menyimpan cerita masa lalu, tapi juga menawarkan pengalaman berbeda yang membuat perjalananmu di Solo semakin berkesan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









