Akurat

7 Objek Wisata Tersembunyi di Yogyakarta

Ratu Tiara | 11 Juli 2025, 11:55 WIB
7 Objek Wisata Tersembunyi di Yogyakarta
 
AKURAT.CO Yogyakarta selama ini dikenal luas berkat destinasi terkenalnya seperti Candi Borobudur dan Prambanan. Namun, siapa sangka bahwa daerah ini juga menyimpan banyak objek wisata tersembunyi yang belum banyak diketahui publik.
 
Artikel ini akan membahas 7 destinasi wisata tersembunyi di Yogyakarta yang unik dan autentik.
 
 
Dilansir dari Visiting Jogja, menyatakan bahwa tren wisata tersembunyi di Yogyakarta makin diminati wisatawan.

1. Candi Sambisari

Sebuah candi Hindu abad ke-9 yang berada sekitar lima meter di bawah permukaan tanah. Candi ini ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang petani pada tahun 1966 di Sleman dan kini menjadi destinasi favorit untuk fotografi dan refleksi karena suasananya yang tenang.

2. Goa Jomblang dan Goa Pindul 

Tempat ini berada di kawasan Gunungkidul yang menawarkan pengalaman caving ekstrem.
 
Gua-gua ini menyuguhkan pemandangan cahaya alami dari atas yang dikenal sebagai “heavenly light,” menjadikannya lokasi yang sangat fotogenik.

3. Kampung Pitu 

 
Sebuah desa adat di Gunung Nglanggeran yang hanya dihuni tujuh kepala keluarga.
 
Desa ini dikenal sebagai simbol keharmonisan dan kearifan lokal yang dipertahankan turun-temurun.

4. Candi Kimpulan

Sebuah situs purbakala yang ditemukan saat pembangunan perpustakaan Universitas Islam Indonesia (UII) di Sleman. Hingga kini, candi tersebut belum banyak diketahui wisatawan karena masih dalam tahap pemugaran, menjadikannya destinasi yang eksklusif dan misterius.

5. Museum Tani Jawa 

 
Museum ini terletak di Bantul. Museum ini menampilkan berbagai alat pertanian tradisional dan dokumentasi kehidupan agraris masyarakat Jawa. Museum ini dibangun pasca gempa 2006 sebagai upaya pelestarian budaya pertanian. 

6. Desa Wisata Sermo 

 
Sebuah desa di Kulon Progo yang menawarkan panorama Waduk Sermo, hutan konservasi, hingga pertunjukan seni lokal. Desa ini cocok bagi wisatawan yang ingin menyelami budaya lokal dalam nuansa pedesaan.

7. Desa Wisata Brayut 

 
Desa di Sleman ini menjadi alternatif liburan yang menyenangkan dan edukatif. Desa ini menggabungkan budaya pertanian dengan pertunjukan seni kontemporer seperti jazz dan festival kuliner lokal, membuatnya populer di kalangan wisatawan muda dan pencinta budaya.
 
 
Semua lokasi ini bisa diakses dengan kendaraan darat dan sebagian besar dikelola langsung oleh masyarakat setempat.
 
Salsabilla Nur Wahdah (Magang) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R