Akurat

Sejarah dan Proses Terbentuknya Kabupaten Pemalang

Sultan Tanjung | 30 Januari 2024, 14:00 WIB
Sejarah dan Proses Terbentuknya Kabupaten Pemalang

AKURAT.CO Kabupaten Pemalang memiliki akar sejarah yang dalam, terbukti dengan berbagai temuan arkeologis pada masa prasejarah, seperti punden berundak dan pemandian di Kecamatan Moga.

Temuan ini mencakup patung Ganesa, lingga, kuburan, dan batu nisan di desa Keropak.

Bukti arkeologis juga menunjukkan unsur-unsur kebudayaan Islam, seperti kuburan Syech Maulana Maghribi di Comal dan kuburan Rohidin, Sayyid Ngali, paman dari Sunan Ampel.

Pada abad XVI, catatan sejarah menunjukkan bahwa Pemalang merupakan salah satu dari 14 daerah merdeka di Pulau Jawa, dipimpin oleh seorang pangeran atau raja.

Namun, kemudian Senopati dan Panembahan Sedo Krapyak dari Mataram menaklukkan wilayah tersebut, termasuk Pemalang, menjadikannya daerah vasal Mataram.

Pemalang dan Kendal pada masa sebelum abad XVII menjadi daerah yang lebih penting dibandingkan Tegal, Pekalongan, dan Semarang.

Jalan raya yang menghubungkan pantai utara dengan pedalaman Jawa Tengah melintasi Pemalang dianggap sebagai jalan paling tua yang menghubungkan kedua kawasan tersebut.

Populasi penduduk di Pemalang berkembang pesat pada abad XVI, terutama seiring meningkatnya perkembangan Islam di Jawa di bawah kerajaan Demak, Cirebon, dan Mataram.

Baca Juga: Relawan SandiUno Ciptakan Lapangan Kerja Lewat Pelatihan Sabun Cuci Piring Di Pemalang

Pada tahun 1575, Pemalang berhasil membentuk pemerintahan tradisional di bawah pimpinan Pangeran Benawa, yang berasal dari Pajang.

Sayangnya, kepemimpinan Pangeran Benawa hanya berlangsung satu tahun. Kematiannya menandai awal pembentukan pemerintahan yang mantap di Pemalang pada sekitar tahun 1622 di bawah pimpinan R. Mangoneng. Pada masa ini, Pemalang menjadi apanage dari Pangeran Purbaya Mataram.

Sunan Amangkurat II mengangkat Ingabehi Subajaya sebagai Bupati Pemalang pada tahun 1652.

Namun, pada tahun 1678, pemberontakan Trunajaya berhasil dipadamkan dengan bantuan VOC.

Pada tahun 1820, Pemalang diperintah oleh Bupati Mas Tumenggung Suralaya, dan pada tahun 1832, Bupati Pemalang adalah Raden Tumenggung Sumo Negoro.

Pemalang tetap menjadi bagian penting dalam sejarah perlawanan terhadap penjajahan Belanda.

Pada masa pemerintahan Bupati Reksodiningrat (1823-1825), Pemalang terlibat dalam membantu Belanda melawan pasukan Diponegoro.

Dengan perubahan waktu, Pemalang tetap eksis dan berkembang. Pada masa kini, Pemalang merupakan kabupaten yang mantap sebagai kesatuan administratif.

Pemerintahan birokratis diubah menuju birokrasi yang lebih sesuai dengan perkembangan zaman.

Untuk menghormati sejarah terbentuknya Kabupaten Pemalang, ditetapkan Hari Jadi Pemalang pada tanggal 24 Januari 1575.

Hal ini menjadi momen untuk merayakan lahirnya Kabupaten Pemalang, sekaligus menghargai nilai-nilai patriotisme dan heroisme rakyat Pemalang.

Dengan demikian, sejarah dan perkembangan Kabupaten Pemalang mencerminkan perjalanan panjang dari masa prasejarah hingga menjadi entitas yang berkembang dan eksis dalam kerangka pemerintahan yang modern.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.