Akurat

Profil Pandji Pragiwaksono: Perjalanan Karier dan Kontroversinya

Kosim Rahman | 4 November 2025, 13:05 WIB
Profil Pandji Pragiwaksono: Perjalanan Karier dan Kontroversinya

AKURAT.CO Profil Pandji Pragiwaksono kini banyak dicari publik setelah sang komika kembali jadi sorotan akibat video lawakan lamanya yang menyinggung masyarakat Toraja.

Di tengah kontroversinya, Pandji dikenal sebagai sosok multitalenta yang telah lama berkiprah di dunia hiburan Indonesia sebagai komika, presenter, penulis, hingga sutradara.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut profil Pandji Pragiwaksono dan kontroversinya.

Profil Pandji Pragiwaksono

Awal Kehidupan dan Latar Belakang Pendidikan

Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo lahir di Singapura pada 18 Juni 1979. Ia merupakan anak dari pasangan Koes Pratomo Wongsoyudo, seorang karateka dan pendiri Institut Karate-Do Indonesia (INKAI), serta Siti Khadijah Hassni.

Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Kenang Sosok Gustiwiw

Ia menempuh pendidikan dasar di SD Triguna, melanjutkan ke SMP Negeri 29 Jakarta, dan SMA Kolese Gonzaga.

Pandji kemudian kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Desain Produk Industri, Fakultas Seni Rupa dan Desain.

Jejak Karier di Dunia Hiburan

Pandji mengawali kariernya sebagai penyiar radio Hard Rock FM Bandung pada 2001, sebelum pindah ke Hard Rock FM Jakarta pada 2003.

Namanya mulai dikenal luas setelah menjadi presenter di berbagai program televisi seperti “Kena Deh” (Trans7) dan “Hole in The Wall” (RCTI).

Selain di dunia penyiaran, Pandji juga dikenal sebagai musisi rap dan merilis album debutnya, “Provocative Proactive” (2008).

Ia kemudian merintis karier sebagai komika sejak 2010 dan menjadi salah satu tokoh penting dalam perkembangan stand up comedy Indonesia.

Pandji juga aktif menulis buku, di antaranya Nasional.Is.Me, Merdeka dalam Bercanda, dan Indiepreneur. Pada 2023, ia memproduksi web series berjudul Name for a Band the Series.

Baca Juga: Andovi dan Pandji Ngaku Dapat Pesan dari Polisi Sebelum Unjuk Rasa, Polda Metro: Tak Benar

Karya dan Filmografi Pandji Pragiwaksono

Sepanjang kariernya, Pandji berpartisipasi dalam berbagai film dan proyek hiburan, antara lain:

  • Make Money (2013)
  • Comic 8 (2014)
  • Marmut Merah Jambu (2014)
  • Dibalik 98 (2015)
  • Rudy Habibie (2016) sebagai Peter Manumasa

Selain itu, ia juga dikenal sebagai motivator dan pembicara publik dengan gaya bicara yang cerdas dan humoris.

Kontroversi Candaan Budaya Toraja

Pandji kembali disorot publik pada 2025 setelah video lawak tahun 2013 dalam tur Mesakke Bangsaku viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Pandji menyinggung upacara adat Rambu Solo’ yang sakral bagi masyarakat Toraja.

Materi tersebut dianggap melecehkan budaya Toraja, hingga memicu laporan ke Bareskrim Polri oleh Aliansi Pemuda Toraja.

Menanggapi hal ini, Pandji menyampaikan permintaan maaf terbuka lewat akun Instagram.

Ia mengaku sudah berdialog dengan Rukka Sombolinggi, Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), untuk memahami filosofi budaya Toraja yang sebelumnya ia anggap remeh.

“Saya ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Toraja yang tersinggung dan merasa dilukai,” tulis Pandji dalam klarifikasinya.

Ia juga menyatakan siap menempuh penyelesaian secara adat langsung di Toraja.

Baca Juga: Masukan Istri ke Standup Fest, Pandji Dikritik Komika Kabupaten

Pandangan Pandji tentang Komedi dan Isu SARA

Terlepas dari kontroversinya, Pandji menegaskan bahwa komedi tetap boleh membahas isu sensitif seperti SARA, asalkan dilakukan dengan cara yang menghormati semua pihak.

“Yang penting bukan berhenti membicarakan SARA, tapi bagaimana membicarakannya tanpa merendahkan,” ujarnya.

Itulah profil Pandji Pragiwaksono, sosok komika multitalenta yang kini jadi sorotan publik karena kontroversinya, namun tetap dikenal berkontribusi besar bagi dunia hiburan Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.