Kasus Sengketa Tanah Bergulir Sejak 2015, Atalarik Syach: Saya Berjuang Terus

AKURAT.CO Atalarik Syach merasa terkejut saat kediamannya di kawasan Cibinong, Bogor dibongkar paksa oleh Pengadilan Negeri Cibinong.
Tindakan tersebut karena tanah milik sang aktor berada dalam sengketa dengan Dede Tasno. Mantan suami Tsania Marwa itu mengakui perkara ini sudah terjadi sejak 2015 lalu.
Baca Juga: Tsania Marwa Datang untuk Jemput Anak, Atalarik Syah Kunci Pintu Kamar
Namun Atalarik tak tinggal diam, dia terus berjuang hingga hari ini.
"Ya memang ini sudah salah satu situasi yang sudah harus saya persiapkan sejak lama dari tahun 2015, terus saya melakukan perlawanan hukum," ujar Atalarik Syach di rumahnya kawasan Cibinong, Bogor pada Kamis (15/5/2025).
"Saya melakukan perlawanan hukum karena tinggal di wilayah ini dengan baik-baik," sambungnya.
Proses yang berjalan selama bertahun-tahun memenangkan Dede Tasno. Hingga di 2021, Pengadilan Negeri Cibinong menyatakan bahwa tanah tersebut adalah milik lawan Atalarik Syach.
Namun Atalarik justru dibuat bingung sebab tanah yang sudah miliknya itu dan terdaftar di BPN justru tak cukup untuk memenangkannya dari Dede Tasno.
"Sampai di 2002 itu, surat-suratnya sudah ada. Saya baru bangun pagar-pagar itu di 2003," katanya.
Baca Juga: Soal Gono-gini, Pihak Tsania Marwa Bantah Buat Kesepakatan dengan Atalarik Syach
Atalarik Syach menyatakan, jika Dede Tasno mau memperkarakan masalah ini, kenapa tidak saat dirinya memproses tanah tersebut menjadi sertifikat.
"Jadi yang merasa tertipu itu siapa? Ini sistem yang bikin saya dirugikan dan kalah banget," katanya.
Kabarnya, rencana eksekusi akan kembali berlanjut pada esok hari. Atalarik pun pasrah jika memang besok kediamannya kembali dibongkar paksa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









