Akurat

Hadapi El Nino, Mendag Zulhas Ungkap Solusi Stabilisasi Harga Beras-Pilihan Alternatif

Herry Supriyatna | 13 Februari 2024, 16:35 WIB
Hadapi El Nino, Mendag Zulhas Ungkap Solusi Stabilisasi Harga Beras-Pilihan Alternatif

AKURAT.CO Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan atau Zulhas menyampaikan upaya pemerintah dalam mengatasi kenaikan harga beras. Zulhas mengatakan Indonesia menghadapi keterlambatan panen akibat perubahan iklim El Nino.

"Memang kita ini terlambat panen, perubahan cuaca, perubahan iklim El Nino yang biasanya tahun lalu September sudah hujan, tidak hujan, baru sekarang. Jadi kita mundur, tanamnya mundur, panennya mundur," ujar Zulhas, Selasa (13/2/2024).

Zulhas mengatakan perkiraan panen raya akan terjadi pada bulan Maret-Mei mendatang. Hal ini menyebabkan Indonesia mengalami keterbatasan pasokan beras, tetapi ia menyatakan sudah ada solusi terkait perihal tersebut.

Baca Juga: Kementan Ajak Petani Muda Berpartisipasi di YAA Lahan Rawa 2024

"Nah, otomatis kita kekurangan, tetapi jangan khawatir pemerintah sudah melakukan impor banyak. Dulu kalau impor itu merugikan petani, kalau sekarang enggak," katanya.

Hal itu menurut Zulhas karena harga gabah maupun beras petani kita sekarang sudah cukup tinggi.

“Di atas Rp11 ribu. Sementara harga gabah sudah di atas Rp7 ribu. Petani pun tidak akan dirugikan karena adanya perubahan aturan.

Sebagai alternatif beras premium yang tengah naik harganya, Zulhas mengatakan masyarakat yang kesulitan bisa membeli beras SPHP dari Bulog. Harga beras ini lebih terjangkau, tetapi juga memiliki kualitas yang bagus.

Baca Juga: Rumitnya Naturalisasi Maarten Paes Sebabkan Silang Pendapat di Internal PSSI

"Nah, harga beras sekarang naik, kita sekarang besar-besaran bantu masuk ke pasar ibu-ibu, yang namanya SPHP, beras dari Bulog," ucapnya. 

Lebih lanjut, Zulhas mengungkapkan agar para pedagang siap menjual beras SPHP maka beras SPHP akan ditambah subsidinya untuk untung pedagang dari Rp200 menjadi Rp500 per kilogram.

"Kemarin sudah rapat diputuskan oleh Bapak Presiden beras SPHP subsidinya enggak Rp200, (tapi) Rp500. Jadi kalau pedagang pasar jual beras dari Bulog SPHP itu untungnya Rp500 per kilo sekarang, kemarin cuman Rp200," ungkapnya.

Selain itu, pemerintah memberikan Rp210 per kilogram untuk ongkos timbang dan pengemasan beras. Jika pedagang diharuskan menimbang sendiri jumah beras yang diinginkan karena pengemasan beras per 5 kg memakan waktu.

Baca Juga: Amankan Pemilu 2024, Kodam Jaya Siagakan Rantis

Hal ini diharapkan dapat membantu menambah keuntungan pedagang, sehingga pedagang tidak akan dirugikan.

Kemudian, jatah beras SPHP untuk masuk pasar akan ditambah dari 150 ribu-200 ribu ton menjadi 250 ribu ton per bulan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.