Akurat

Bersama Stakeholder Pariwisata, Kementan Optimis Bentuk Agrowisata Di Kalsel

Arief Rachman | 7 Oktober 2023, 23:49 WIB
Bersama Stakeholder Pariwisata, Kementan Optimis Bentuk Agrowisata Di Kalsel

AKURAT.CO Kementerian Pertanian (Kementan) menyadari bahwa generasi milenial merupakan modal utama sebagai bonus demografi. Potensi generasi milenial yang dimaksimalkan akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD), Kementan menciptakan wirausaha milenial tangguh dan berkualitas melalui Program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS) yang terbagi di 4 Provinsi di Indonesia meliputi Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi berharap, melalui program YESS akan terwujud regenerasi pertanian, meningkatnya kompetensi sumberdaya manusia dari perdesaan, meningkatnya jumlah wirausaha muda di bidang pertanian.

"Program YESS ini sangat mendukung dalam pengembangan sumberdaya manusia pertanian, dengan memberdayakan para pemuda tani untuk memanfaatkan sumberdaya alam pertanian di pedesaan, secara optimal, profesional, menguntungkan dan berkelanjutan tentunya mereka ini akan siap menghadapi era milenial," ujar Dedi, Sabtu (7/10/2023).

Baca Juga: Korupsi Di Kementan, KPK Cekal Istri, Anak Hingga Cucu Syahrul Yasin Limpo 

Kementan melalui Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru selaku Provincial Project Implementation Unit (PPIU) di Kalimantan Selatan dalam Program YESS bersama dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten menggali potensi wisata untuk wilayah intervensi dari Program YESS yang ada di Kalimantan Selatan, Jumat (29/9/2023).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian sekaligus Direktur Program YESS, Kepala SMK-PPN Banjarbaru, Dinas Pemuda, Olah Raga, Budaya dan Pariwisata Kab/Kota, Asosiasi Pariwisata Nasional (ASPARNAS), perwakilan Perhotelan, District Implementation Team (DIT), Busines Development Service Provider (BDSP), Penerima Manfaat Program YESS, Tim National Program Management Unit (NPMU) dan tim dari PPIU Kalsel.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian sekaligus Direktur Program YESS, Idha Widi Arsanti, menceritakan pertemuan singkatnya beberapa waktu lalu bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno.


“Beberapa waktu yang lalu saya bertemu dengan pak Sandiaga Uno, dan dalam pertemuan yang sangat singkat itu, beliau menyampaikan dukungan sektor pertanian dan pariwisata. Hal itu yang kemudian kita sepakati,” tutur Santi.

“Kemudian dari pertemuan itu, kita coba tindak lanjut dan kemudian sekarang kita diminta untuk membuat proposal dimana saja daerah yang akan dijadikan pilot project agrowisata pertanian ini.” lanjutnya.

Baca Juga: 3 Klaster Korupsi Di Kementan: Pemerasan, Gratifikasi Dan Pencucian Uang

Santi mengharapkan, pertemuan kali ini dapat diskusikan apa saja yang akan dibuat, daerah mana yang memiliki potensi sebagai agrowisata pertanian.

Detelah ini, Kementan menyusun proposal kepada Menparekraf, Sandiaga Uno untuk bekerja bersama dengan pilot projectnya di Kalimantan Selatan dan menggandeng dinas pariwisata dan lain-lainnya. Termasuk dengan perhotelan untuk didorong agrowisata petani milenial.

“Sehingga, mudah mudahan nanti ada dukungan juga dari Menparekraf dan timnya, untuk bisa mengembangkan Agrowisata di Kalimatan Selatan, khususnya di 4 Kabupaten intervensi Program YESS.” kata Santi.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala SMK-PPN Banjarbaru, Budi Santoso, bahwa dalam kegiatan ini nantinya peserta akan berdiskusi, potensi wisata apa saja dari tiap Kabupaten yang nantinya dapat dieksplor.

“Dalam kegiatan ini kita akan lebih banyak berdiskusi terkait potensi apa saja, dan untuk menghasilkan beberapa kesepakatan yang tentunya perlu support dari Dinas-Dinas terkait kebijakan-kebijakan dari Pemerintah Daerah baik itu Provinsi maupun Kabupaten”. ujar Budi.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.