Akurat Logo

Bahlil Ungkap Alasan RI Belum Teken ASEAN Power Grid

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 22 September 2026, 16:42 WIB
Bahlil Ungkap Alasan RI Belum Teken ASEAN Power Grid
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia - AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan, belum menandatangani kesepakatan terkait ASEAN Power Grid karena masih mempertimbangkan skema kerja sama yang dinilai belum memberikan keuntungan seimbang bagi seluruh pihak.

Bahlil mengatakan, Menteri Energi Malaysia sebelumnya telah membahas pengembangan power grid ASEAN dengan dirinya. Kerja sama tersebut juga menjadi salah satu komitmen yang dibahas dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Manila.

“Dan tinggal Indonesia katanya yang belum tanda tangan karena betul itu saya belum tanda tangan karena hitungan saya belum win-win. Kalau sudah win-win saya akan teken,” kata Bahlil dalam acara MKI Electricity Connect 2026 di ICE BSD, Selasa (22/9/2026).

Baca Juga: Kementerian ESDM: 3 Perusahaan Bayan Sudah Dapat Persetujuan RKAB Tambahan

Bahlil menyampaikan, Indonesia pada prinsipnya terbuka terhadap pengembangan konektivitas listrik antarnegara ASEAN. Terlebih, sejumlah negara tetangga juga telah menyampaikan permintaan agar Indonesia dapat melakukan ekspor listrik.

Namun, Bahlil menegaskan keterlibatan Indonesia dalam kerja sama tersebut harus memberikan manfaat ekonomi yang adil. Menurutnya, ekspor listrik maupun integrasi jaringan listrik regional tidak boleh hanya menguntungkan negara pembeli.

“Bagi kami Indonesia enggak apa-apa kita ekspor. Kan kita harus saling membantu. Tapi harganya juga jangan harga yang mau kamu aja. Enggak boleh,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bahlil menyebutk, aspek harga menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menentukan kesepakatan ASEAN Power Grid. Ia menekankan bahwa kerja sama harus dibangun berdasarkan prinsip saling menguntungkan.

Ia mencontohkan, kesepakatan tidak dapat disebut win-win apabila manfaat yang diperoleh salah satu pihak jauh lebih besar dibandingkan pihak lainnya.

Baca Juga: Surpres RUU Migas Ditandatangani Prabowo, ESDM Siapkan Tim Susun DIM

“Win-win itu untung bagi kamu, untung juga bagi kita. Dan untungnya harus adil. Bukan kamu untung 70, kita untung 30, itu bukan win-win,” tutur Bahlil.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.