Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya

AKURAT.CO Ibadah sekitar 40 jemaat di Rumah Doa GKPI, Kampung Periuk, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, mendadak berubah menjadi situasi tegang pada Minggu, 20 September 2026. Sekelompok warga datang ketika jemaat sedang beribadah dan berteriak dari luar rumah doa.
Kejadian tersebut kemudian berkembang hingga jemaat disebut keluar dari rumah doa dan pintu bangunan dikunci. Video yang memperlihatkan situasi di lokasi, termasuk seorang pria yang diduga membawa senjata tajam, kemudian beredar di media sosial.
Secara garis besar, massa geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang dipicu persoalan yang berkaitan dengan keberadaan dan perizinan rumah doa. Pihak GKPI menyebut rumah doa telah digunakan selama sekitar empat tahun dan pemberitahuan kegiatan ibadah selalu disampaikan kepada pihak terkait. Setelah kejadian, polisi mengamankan situasi dan kedua pihak menjalani mediasi hingga sepakat berdamai.
Bagaimana Kronologi Massa Menggeruduk Rumah Doa GKPI Tangerang?
Kejadian bermula pada Minggu, 20 September 2026, sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, sekitar 40 jemaat sedang berkumpul untuk melaksanakan ibadah di Rumah Doa GKPI yang berada di Kampung Periuk, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg.
Ketika ibadah berlangsung, sekelompok warga datang ke lokasi. Berdasarkan keterangan pihak GKPI, warga tersebut kemudian berteriak dari luar rumah doa sehingga membuat suasana di dalam bangunan menjadi panik.
Baca Juga: Gereja di Jombang Sediakan Tiga Rumah Singgah Gratis untuk Tamu Muktamar NU
Baca Juga: Sakramen Tobat dalam Gereja Katolik: Makna, Tujuan, dan Tata Cara Pengakuan Dosa
Situasi selanjutnya berkembang ketika sejumlah warga disebut masuk ke rumah doa dan meminta jemaat keluar. Pintu rumah doa kemudian dikunci atau digembok.
Kejadian tersebut direkam dan videonya beredar di media sosial. Dalam salah satu rekaman yang menjadi perhatian, terlihat seorang pria yang diduga membawa benda yang disebut sebagai senjata tajam.
Setelah situasi memanas, polisi turun tangan untuk mengamankan lokasi. Aparat kemudian mempertemukan pihak jemaat dengan warga bersama unsur pemerintah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk mencari penyelesaian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 5Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar




