Indonesia Siapkan Rp600 Triliun untuk Wujudkan ASEAN Power Grid

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan perlu adanya investasi sebesar Rp600 triliun untuk membangun proyek Asean Power Grid.
Adapun, kebutuhan energi listrik di negara-negara Asia Tenggara diproyeksikan akan meningkat di tahun-tahun mendatang, karena itu dibutuhkan kerja sama terkait interkoneksi kelistrikan antarnegara di Asia Tenggara melalui ASEAN Power Grid (APG).
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung mengatakan Indonesia harus siap berperan sebagai negara penghubung (hub) energi di kawasan ASEAN.
Baca Juga: Dongkrak Ekonomi Daerah, Herman Deru Apresiasi Langkah Menteri ESDM Legalkan Sumur Minyak Rakyat
“Adanya integrasi antar grid di ASEAN, dari sisi petanya kita sudah melihat bahwa ini bisa dilakukan karena kebutuhan energi untuk ASEAN ke depan itu akan terjadi peningkatan,” kata Yuliot dikutip dari laman ESDM, Sabtu (18/10/2025).
Indonesia, kata Yuliot sebenarnya sudah melakukan kerja sama interkoneksi kelistrikan dengan Malaysia.
Impor listrik dari Malaysia sudah dilakukan untuk daerah di Pulau Kalimantan yang berdekatan dengan perbatasan kedua negara. Yuliot mengatakan total impor energi listrik dari Malaysia sekitar 200 megawatt (MW).
“Ini kan sudah berjalan dan juga ini lagi perpanjangan perizinan dan itu juga kita lakukan fasilitasi," ucapnya.
Yuliot juga menyatakan bahwa integrasi kelistrikan di negara ASEAN akan didukung melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), di mana dalam sepuluh tahun ke depan akan dibangun 48.000 kilometer sirkuit (kms) jaringan transmisi.
Baca Juga: Ubah Mekanisme Lobi, ESDM Optimis BBM di SPBU Swasta Bakal Terisi Akhir Oktober
Hal ini merupakan kebutuhan jaringan transmisi untuk nasional dan juga integrasi dengan ASEAN.
Untuk kerja sama Power Grid, Pemerintah telah memetakan peluang investasi sebesar Rp600 triliun, yang tidak hanya datang dari sektor Pemerintah namun juga sektor swasta.
"Kebutuhan investasi kita sudah petakan, total investasi yang dibutuhkan sekitar 600 triliun rupiah. Itu tentu bukan hanya dari Pemerintah tetapi juga bagaimana kita mendorong swasta untuk bisa berinvestasi juga di national grid dan juga bagaimana integrasi antar ASEAN. Jadi ini kita membuka peluang investasi untuk itu," tutur Yuliot.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon









