Akurat Logo

ICA-CEPA Masuk Tahap Implementasi, Ini PR RI ke Kanada

Esha Tri Wahyuni | 17 September 2026, 16:46 WIB
ICA-CEPA Masuk Tahap Implementasi, Ini PR RI ke Kanada
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto bertemu Menteri Perdagangan Internasional Kanada, Maninder Sidhu

AKURAT.CO Indonesia dan Kanada mulai memasuki babak baru dalam hubungan perdagangan bilateral.

Usai proses ratifikasi Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) rampung, pekerjaan berikutnya adalah memastikan pelaku usaha Indonesia mampu memanfaatkan akses pasar Kanada.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat bertemu Menteri Perdagangan Internasional Kanada, Maninder Sidhu di sela-sela Canada Investment Summit di Toronto, Kanada, Senin (14/9/2026).

Baca Juga: Saksi Bongkar Rp500 Juta dari Fee Percepatan Haji Dipinjam Stafsus Yaqut Cholil Qoumas

Pertemuan tersebut berlangsung ketika ICA-CEPA memasuki tahap persiapan implementasi. Pemerintah Indonesia dan Kanada kini perlu memastikan berbagai pengaturan teknis dapat berjalan sehingga penurunan tarif dalam perjanjian tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan dunia usaha.

“Pertemuan hari ini menegaskan komitmen bersama Indonesia dan Kanada untuk memastikan ICA-CEPA benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha di kedua negara,” kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Kamis (17/9/2026).

Hubungan perdagangan Indonesia dan Kanada sendiri menunjukkan pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. Airlangga menyebut rata-rata perdagangan bilateral tumbuh 9,13% sejak 2021.

Pada semester I-2025, total perdagangan Indonesia dan Kanada mencapai USD3,1 miliar, meningkat 13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Angka tersebut menjadi salah satu basis bagi pemerintah untuk mendorong pemanfaatan akses pasar Kanada setelah ICA-CEPA memasuki tahap implementasi.

Salah satu manfaat utama perjanjian tersebut adalah pembukaan akses pasar melalui penurunan dan penghapusan tarif. 

Kanada akan menghapus atau menurunkan tarif untuk lebih dari 90% pos tarif produk Indonesia. Sementara itu, Indonesia memberikan perlakuan serupa untuk hampir 86% pos tarif produk Kanada.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.