The Fed Naikkan Bunga, IHSG Hadapi Ancaman Kenaikan Berikutnya

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menghadapi tekanan pada perdagangan Kamis (17/9/2026).
Pasar saham Indonesia kini tidak lagi hanya mencermati keputusan kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed), tetapi juga sinyal mengenai arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) setelah September.
The Fed pada Rabu (16/9/2026) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) ke kisaran 3,75%-4%. Keputusan tersebut diambil secara bulat oleh Federal Open Market Committee (FOMC) dan sesuai dengan ekspektasi pasar.
Baca Juga: IHSG Dibuka Memerah 0,13 Persen di Tengah Sentimen Harga Minyak Global dan Suku Bunga AS
Namun, perhatian investor bergeser kepada kemungkinan kenaikan berikutnya. Proyeksi terbaru FOMC menunjukkan median federal funds rate pada akhir 2026 berada di level 4,1%, lebih tinggi dibandingkan proyeksi Juni sebesar 3,9%.
Data tersebut menunjukkan ruang kenaikan suku bunga masih terbuka. Kondisi tersebut menjadi sentimen penting bagi aset berisiko, termasuk saham di pasar negara berkembang.
Sebelum keputusan FOMC, Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai kenaikan 25 bps sudah banyak diperhitungkan oleh pasar. Karena itu, arah IHSG akan lebih banyak ditentukan oleh forward guidance The Fed dan proyeksi suku bunga selanjutnya.
“Bagi IHSG, kenaikan 25 bps tersebut sebenarnya sudah priced in, sehingga faktor penentu pada 17 September bukan lagi keputusan kenaikannya, melainkan forward guidance Kevin Warsh dan proyeksi suku bunga berikutnya,” tulis Mirae Asset Sekuritas Indonesia dalam riset hariannya, Kamis (17/9/2026).
Sinyal tersebut menjadi penting karena The Fed masih melihat inflasi AS berada pada level tinggi. Dalam pernyataan FOMC 16 September, bank sentral AS menyebut aktivitas ekonomi berkembang dengan laju solid, belanja domestik tetap tangguh, sementara inflasi masih elevated.
Proyeksi ekonomi terbaru The Fed juga memperlihatkan inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) diperkirakan berada di 3,7% pada 2026 sebelum turun menjadi 2,3% pada 2027. Core PCE diproyeksikan sebesar 3,4% pada 2026 dan 2,5% pada 2027.
Dari pasar saham domestik, IHSG telah lebih dulu menunjukkan tekanan. Pada perdagangan Rabu (16/9/2026), IHSG ditutup turun 24,30 poin atau 0,38% ke level 6.436,85. Penurunan tersebut memperpanjang tekanan indeks menjelang keluarnya keputusan The Fed.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 4Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 5ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 6Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 7Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 8Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 9KPK Geledah Kementerian ATR/BPN, Ruangan Dirjen Jadi Salah Satu Target
- 10Saksi Ungkap Fee Percepatan Haji Mengalir ke Pembelian Rumah, Mobil hingga Ruko









