Akurat Logo

Texas Sahkan Revisi Kurikulum Sejarah Islam, Perang dan Perbudakan Disorot

Lufaefi | 17 September 2026, 17:09 WIB
Texas Sahkan Revisi Kurikulum Sejarah Islam, Perang dan Perbudakan Disorot
Texas Sahkan Kurikulum Islam - Istimewa

AKURAT.CO Dewan Pendidikan Negara Bagian Texas, Amerika Serikat, menyetujui revisi kurikulum ilmu sosial tingkat sekolah menengah atas yang memuat sejumlah materi mengenai sejarah Islam. Pengesahan tersebut berlangsung setelah melalui perdebatan dan mendapat keberatan dari sejumlah warga Muslim.

Salah satu bagian yang menjadi perhatian adalah materi mengenai serangan 11 September 2001 atau 9/11. Dalam kurikulum tersebut, siswa diarahkan untuk mempelajari “Islam radikal” sebagai salah satu motif di balik serangan teror tersebut.

Sejumlah perwakilan komunitas Muslim yang hadir dalam pembahasan meminta Dewan Pendidikan Texas menggunakan istilah yang lebih spesifik dengan menyebut al-Qaida, Osama bin Laden, dan pihak yang terlibat dalam serangan 9/11.

Baca Juga: Bisakah Hukum Cambuk Diterapkan di Jakarta?

Mereka menilai penggunaan istilah “Islam radikal” tanpa penjelasan yang lebih spesifik berpotensi menimbulkan kesan bahwa agama Islam secara keseluruhan memiliki keterkaitan dengan aksi terorisme.

Melansir Anadolu, Rabu (16/9/2026), perdebatan mengenai materi tersebut menjadi bagian dari pembahasan panjang sebelum revisi kurikulum akhirnya disahkan.

Selain materi mengenai 9/11, bagian lain dari kurikulum yang mendapat sorotan berkaitan dengan sejarah awal Islam dan kehidupan Nabi Muhammad SAW.

Dalam materi tersebut, siswa diarahkan mempelajari sejumlah aspek sejarah yang mencakup konflik atau kampanye militer pada masa awal Islam, hubungan dengan komunitas Yahudi dan Kristen, praktik perbudakan, serta penawanan perempuan.

Sejumlah warga Muslim Texas menyampaikan keberatan terhadap cara materi tersebut disusun. Mereka menilai penyajian yang terlalu menitikberatkan pada perang, perbudakan, dan penawanan dapat membentuk gambaran negatif mengenai Islam apabila tidak disertai konteks sejarah yang memadai.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi