Bahlil: Impor Minyak dari AS Sudah Dilakukan Bertahap Imbas Penutupan Selat Hormuz

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan rencana pengalihan sebagian impor energi dari kawasan Timur Tengah ke Amerika Serikat sudah mulai berjalan.
Adapun, pengalihan impor ini dilakukan imbas situasi geopolitik yang terjadi antara Amerika Serikat dengan Iran sejak Sabtu lalu.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan, realisasi impor tersebut telah berjalan secara bertahap. Skema bertahap dilakukan karena keterbatasan kapasitas penyimpanan energi di dalam negeri.
Baca Juga: Bahlil Cari Solusi Untuk Dua Kapal Pertamina Yang Terjebak di Selat Hormuz
“Sekarang udah mulai jalan. Bertahap, enggak bisa sekaligus satu kali datang karena kita punya daya simpanan enggak cukup,” kata Bahlil di Kementerian ESDM dikutip, Kamis (5/3/2026).
Menurut Bahlil, keterbatasan fasilitas penyimpanan atau storage menjadi salah satu tantangan utama dalam memperkuat cadangan energi nasional.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk mempercepat pembangunan fasilitas penyimpanan minyak dan bahan bakar di dalam negeri.
“Jadi masalah kita itu sekarang adalah di storage. Makanya kami mau buat sekarang storage. Kalau enggak begini, kita enggak pernah berpikir,” ujarnya.
Bahlil menambahkan, rencana pembangunan fasilitas penyimpanan energi tersebut telah dilaporkan kepada Prabowo Subianto selaku Presiden Republik Indonesia.
Menurut Bahlil, pembangunan fasilitas penyimpanan energi menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi nasional, terutama dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik global dan potensi gangguan pasokan energi.
“Ini kan kita butuh survival. Kalau kita bicara survival, kita harus mampu betul-betul melihat inti masalah dan segera menyelesaikannya. Kalau enggak kita tergantung terus,” tutur Ketua Umum Partai Golkar ini.
Diberitakan sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan langkah mitigasi terhadap dampak penutupan Selat Hormuz akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
Menghadapi ketidakpastian geopolitik global, pemerintah memilih skenario terburuk sebagai langkah antisipasi. Bahlil mengakui, berdasarkan kajian dan komunikasi dengan berbagai negara, sulit memprediksi kapan ketegangan di kawasan tersebut akan mereda.
Sebagai langkah strategis, pemerintah memutuskan untuk mengalihkan sebagian impor crude dari Timur Tengah ke Amerika Serikat guna memastikan kepastian pasokan dalam negeri.
“Skenarionya adalah sekarang ini untuk crude yang kita ambil dari Middle East, sebagian kita alihkan untuk ambil di Amerika. Supaya apa? Ada kepastian ketersediaan crude kita,” tuturnya.
Sementara itu, Bahlil menambahkan untuk impor bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin seperti RON 90, 92, 95, dan 98, pemerintah memastikan pasokan relatif aman karena tidak bergantung pada kawasan Timur Tengah.
“Tapi kita lakukan dari negara-negara di luar Middle East, termasuk di dalamnya adalah Asia Tenggara. Jadi ini relatif enggak ada masalah,” tambah Bahlil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK









