Akurat

Lewat FertInnovation Challenge 2025, Pupuk Indonesia Percepat Inovasi Pertanian Nasional

Saeful Anwar | 9 Februari 2026, 20:27 WIB
Lewat FertInnovation Challenge 2025, Pupuk Indonesia Percepat Inovasi Pertanian Nasional

AKURAT.CO PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali menggelar ajang FertInnovation Challenge 2025yang diikuti lebih dari 1.620 inovator dari kalangan mahasiswa, akademisi, peneliti, profesional, hingga startup, baik dari dalam maupun luar negeri.

Program ini menjadi upaya strategis perusahaan dalam memperkuat ekosistem inovasi pertanian serta mendukung kemandirian pangan nasional.

Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis Pupuk Indonesia, Jamsaton Nababan, menyatakan, FertInnovation Challenge tidak sekadar kompetisi, melainkan instrumen strategis untuk membangun pipeline riset dan inovasi yang relevan dengan tantangan sektor pertanian dan industri pupuk nasional.

“Ajang ini sejalan dengan komitmen Pupuk Indonesia dalam mendukung swasembada pangan nasional melalui penguatan inovasi, teknologi, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” ujar Jamsaton dalam Awarding Ceremony FertInnovation Challenge 2025 di Jakarta.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Pupuk Indonesia berkolaborasi dengan Indonesia Agrichemical Research Institute (IARI).

Platform dua tahunan tersebut dirancang sebagai wadah open innovation untuk menyerap gagasan-gagasan transformatif yang mampu menjawab tantangan keberlanjutan dan ketahanan pangan Indonesia.

FertInnovation Challenge 2025 mengusung tema “Cultivating Innovation, Achieving Food Self-Sufficiency”, dengan empat kategori strategis, yakni Precision Agriculture & Digital Farming, Climate Resilience & Sustainable Fertilizer, AI-Driven Agri Supply Chain, serta Process & Plant Engineering.

Seluruh inovasi yang masuk telah melalui proses seleksi bertahap hingga tahap final pitching.

“Keempat kategori ini dirancang untuk menjawab kebutuhan inovasi dari hulu hingga hilir, mulai dari budidaya presisi, sistem distribusi pupuk, keberlanjutan lingkungan, hingga keandalan proses produksi,” jelas Jamsaton.

Baca Juga: OpenAI Rilis Platform Frontier untuk Kelola Agen AI di Perusahaan

Pupuk Indonesia memberikan apresiasi berupa hadiah hingga miliaran rupiah, dengan pemenang juara pertama di setiap kategori memperoleh Rp30 juta, juara kedua Rp20 juta, dan juara ketiga Rp10 juta.

Selain itu, inovasi terpilih juga berpeluang mendapatkan program inkubasi dan kolaborasi lanjutan hingga Rp2 miliar agar dapat dikembangkan menjadi solusi nyata bagi industri.

Jamsaton menegaskan, FertInnovation Challenge menjadi ruang kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan industri, akademisi, peneliti, dan pemangku kebijakan dalam satu ekosistem inovasi terintegrasi.

“Kami yakin inovasi yang lahir dari ajang ini akan berkontribusi nyata dalam meningkatkan efisiensi produksi, ketahanan distribusi pupuk, keberlanjutan lingkungan, serta produktivitas pertanian nasional,” ujarnya.

Melalui pendekatan open innovation, Pupuk Indonesia terus memperkuat perannya sebagai innovation enabler di sektor agribisnis.

Perusahaan berharap kolaborasi yang terbangun dapat mempercepat hilirisasi riset sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

“Kami berharap FertInnovation Challenge menjadi bagian penting dalam mewujudkan Pupuk Indonesia yang semakin inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan, serta mendukung ketahanan pangan bangsa,” tutup Jamsaton.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
S