Kinerja Freeport 2025 Melemah, Produksi Tembaga Anjlok 43 Persen

AKURAT.CO Freeport-McMoRan Inc (FCX) mencatat adanya penurunan pada kinerja produksi dan penjualan tembaga serta emas PT Freeport Indonesia (PTFI) sepanjang tahun 2025 dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya.
Berdasarkan data perusahaan, volume produksi tembaga PT Freeport Indonesia pada 2025 tercatat sebesar 1,01 miliar pon. Angka ini turun sekitar 43% dibandingkan produksi tahun 2024 yang mencapai 1,8 miliar pon.
Sejalan dengan penurunan produksi, realisasi penjualan tembaga sepanjang 2025 berada di kisaran 1,2 miliar pon.
Baca Juga: Freeport Tunda Produksi Tambang Kucing Liar Imbas Insiden GBC
Angka tersebut juga mengalami penurunan sekitar 26% dibandingkan realisasi penjualan tahun 2024 yang tercatat sebesar 1,632 miliar pon.
Penurunan kinerja juga terjadi pada komoditas emas. Sepanjang 2025, volume produksi emas Freeport tercatat sebesar 937.000 ounce.
Catatan produksi emas pada 2025 turun sekitar 49% dibandingkan produksi tahun 2024 yang mencapai 1,86 juta ounce.
Sementara itu, realisasi volume penjualan emas pada 2025 tercatat sebesar 1,05 juta ounce. Capaian tersebut mencerminkan penurunan sekitar 42% dibandingkan penjualan emas pada 2024 yang mencapai 1,8 juta ounce.
Adapun, berkurangnya produksi emas dan tembaga PTFI pada tahun 2025, tidak lepas dari insiden yang terjadi di Grasberg Block Cave (GBC).
“Operasi peleburan di Indonesia dihentikan sementara selama kuartal keempat tahun 2025 sebagai akibat dari ketersediaan konsentrat yang terbatas setelah insiden perebutan lumpur pada September 2025,” tulis Manajemen FCX dalam Laporan Kinerja Perusahaan dikutip, Minggu (25/1/2026).
Baca Juga: Produksi Emas Freeport 2026 Diprediksi Hanya 26 Ton, Seluruhnya Diserap Antam
Namun, perusahaan optimis proyeksi penjualan konsolidasi PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk tahun 2026. PTFI menargetkan volume penjualan sekitar 0,9 miliar pon tembaga dan 0,8 juta ons emas.
Berdasarkan perkiraan saat ini, sekitar 78% penjualan tembaga dan 75% penjualan emas PTFI diprediksi terjadi pada paruh kedua tahun 2026.
Hal ini sejalan dengan dimulainya kembali serta peningkatan bertahap produksi di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave, yang dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal kedua 2026.
“Hal ini tercermin karena dimulainya kembali dan peningkatan bertahap tambang bawah tanah Grasberg Block Cave yang dimulai pada kuartal kedua tahun 2026,” ungkap pihak FCX.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 9KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot
- 10Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya









