PT Timah Catat Penurunan Produksi Timah Akibat Cuaca dan Alat

AKURAT.CO PT Timah Tbk (TINS) melaporkan penurunan signifikan produksi bijih timah hingga 32% pada semester I 2025. Terdapat tiga penyebab yang membuat terjadi penurunan produksi.
Produksi bijih timah hanya mencapai 6.997 ton timah (Sn). Angka ini jauh lebih rendah dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 10.279 ton Sn.
Direktur Operasional PT Timah, Nur Adi Kuncoro menjelaskan ada tiga faktor utama yang menyebabkan penurunan produksi timah pada semester 1 ini.
Baca Juga: PT Timah Akui Proyek Logam Tanah Jarang, Terhambat Teknologi
Pertama, keterbatasan jumlah alat produksi, khususnya kapal isap produksi (KIP) yang menjadi penopang utama aktivitas penambangan.
“Pertama adalah memang dari jumlah alat produksi, itu yang cukup signifikan, terutama dari sisi kapal isap produksi (KIP),” kata Nur saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Senin (22/9/2025).
Faktor kedua, lanjut Nur, adalah kondisi cuaca yang tidak menentu. Musim hujan yang lebih panjang di 2025 dibanding tahun lalu membuat aktivitas penambangan terhambat.
Faktor ketiga adalah keterlambatan penambangan di beberapa lokasi potensial, seperti Laut Olivier di Belitung (38.900 ton Sn), Beriga di Bangka Tengah (4.000 ton Sn), dan Laut Trias di Bangka Selatan.
Baca Juga: Rapat Perdana dengan Komisi VI, Bos PT Timah Beberkan 3 Misi
“Beberapa lokasi yang memang belum sepenuhnya kita belum bisa masuk ke lokasi tersebut Pak, yaitu lokasi Olivier di Laut Belitung, Beriga yang ada di Bangka Tengah, dan Laut Trias yang ada di wilayah Bangka Selatan,” jelas Nur.
Adapun, selain timah penurunan juga terjadi pada produksi logam timah yang merosot 29% menjadi 6.870 metrik ton, serta penjualan logam timah yang hanya mencapai 5.983 metrik ton atau turun 28% dari tahun sebelumnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









