BI Taksir Aktivitas Dunia Usaha Meningkat di Kuartal I-2026
Hefriday | 19 Januari 2026, 23:35 WIB

AKURAT.CO Kinerja dunia usaha Indonesia pada kuartal IV-2025 tercatat tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.
Bank Indonesia (BI) melalui Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) melaporkan nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 10,61%, menandakan aktivitas usaha masih berada di zona ekspansif. Meski demikian, capaian ini sedikit melandai dibandingkan SBT kuartal III-2025 yang mencapai 11,55%.
Penurunan tipis tersebut tidak serta-merta mencerminkan pelemahan struktural. BI menilai aktivitas usaha tetap resilient, terutama ditopang oleh momentum konsumsi domestik pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru, yang mendorong permintaan di berbagai sektor strategis.
Kata kunci seperti kinerja dunia usaha, SKDU BI, dan SBT kuartal IV-2025 menjadi indikator utama untuk membaca arah ekonomi riil menjelang awal 2026.
Sektor Jasa Keuangan Pimpin Kinerja Lapangan Usaha
Mayoritas Lapangan Usaha Masih Ekspansif
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa mayoritas lapangan usaha (LU) mencatatkan kinerja positif pada kuartal IV-2025. LU jasa keuangan menjadi sektor dengan kinerja tertinggi, tercermin dari SBT sebesar 1,95%.
"Kinerja tersebut menunjukkan sektor keuangan masih berperan sebagai tulang punggung stabilitas dan intermediasi ekonomi nasional, seiring terjaganya likuiditas dan akses pembiayaan," ujar Ramdan dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).
Perdagangan, Industri, hingga Akomodasi Ikut Menguat
Selain jasa keuangan, beberapa sektor lain turut mencatatkan kinerja solid, antara lain, Perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan motor (SBT 1,21%), Industri pengolahan (SBT 1,18%), Administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (SBT 1,02%).
Sektor informasi dan komunikasi (SBT 0,90%) serta penyediaan akomodasi dan makan minum (SBT 0,77%) juga tetap tumbuh, sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat selama akhir tahun.
Kapasitas Produksi Tetap Stabil di Atas 73 Persen
Didukung Sektor Listrik dan Pengelolaan Limbah
BI mencatat kapasitas produksi terpakai pada kuartal IV-2025 berada di level 73,15%. Angka ini memang sedikit lebih rendah dibandingkan 73,84% pada kuartal III-2025, namun masih lebih tinggi dibandingkan 72,91% pada kuartal IV-2024.
Stabilnya utilisasi kapasitas produksi tersebut ditopang oleh kinerja LU pengadaan listrik serta LU pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang, yang berperan penting dalam menjaga keberlanjutan aktivitas industri dan layanan publik.
Likuiditas Usaha Terjaga, Akses Kredit Makin Longgar
Dari sisi keuangan, dunia usaha secara umum masih berada dalam kondisi yang sehat. BI mencatat likuiditas dan rentabilitas pelaku usaha tetap terjaga, didukung oleh akses kredit yang semakin mudah.
Kondisi ini memberikan ruang bagi dunia usaha untuk menjaga ekspansi dan mempersiapkan peningkatan aktivitas pada periode berikutnya.
BI Optimistis Aktivitas Usaha Menguat di Kuartal I-2026
SBT Diproyeksi Naik ke 12,93 Persen
Melihat ke depan, responden SKDU memprakirakan kegiatan dunia usaha pada kuartal I-2026 akan meningkat signifikan, dengan SBT sebesar 12,93%. Proyeksi ini lebih tinggi dibandingkan SBT kuartal IV-2025 (10,61%) maupun kuartal I-2025 (7,63%).
Optimisme tersebut mencerminkan ekspektasi pemulihan musiman dan penguatan permintaan domestik di awal tahun.
Musim Panen dan Ramadan Jadi Motor Pertumbuhan
Peningkatan aktivitas usaha diperkirakan terutama berasal dari, LU pertanian, kehutanan, dan perikanan (SBT 1,95%), seiring masuknya musim panen, LU industri pengolahan (SBT 1,55%), LU transportasi dan pergudangan (SBT 1,17%), LU perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan motor (SBT 1,24%).
Kinerja sektor-sektor tersebut diproyeksikan menguat seiring meningkatnya konsumsi masyarakat pada periode Ramadan dan HBKN Idul Fitri 1447 H.
Meski mengalami perlambatan tipis secara kuartalan, kinerja dunia usaha Indonesia tetap solid hingga akhir 2025. Dengan likuiditas yang terjaga, kapasitas produksi yang stabil, serta dorongan musiman dari panen dan Ramadan, BI memandang awal 2026 sebagai fase akselerasi baru bagi aktivitas ekonomi riil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










