Akurat

Bahlil: RDMP Balikpapan Tekan Impor BBM dan Hemat Devisa Rp60 Triliun

Dedi Hidayat | 12 Januari 2026, 20:47 WIB
Bahlil: RDMP Balikpapan Tekan Impor BBM dan Hemat Devisa Rp60 Triliun

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyatakan, beroperasinya Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan berpotensi menghemat devisa negara lebih dari Rp60 triliun per tahun.

Dengan investasi sekitar USD7,4 miliar atau setara Rp123 triliun, RDMP Balikpapan meningkatkan kapasitas pengolahan minyak dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari.

Tambahan kapasitas ini memungkinkan produksi BBM dalam negeri meningkat, dengan kualitas setara standar Euro 5 yang lebih ramah lingkungan dan sejalan dengan agenda transisi energi menuju net zero emission.

“Nah, ini ada yang bagus, Pak Presiden. Jadi dengan RDMP ini, kita bisa menghemat devisa kurang lebih sekitar 60 triliun lebih. Karena dia bisa menambah 100 ribu barel. Dengan bensin itu kita bisa menghasilkan 5,8 juta kiloliter per tahun,” kata Bahlil dalam peresmian RDMP Balikpapan, Senin (12/1/2026).

Baca Juga: Prabowo Resmikan RDMP Balikpapan, Indonesia Segera Bebas Impor Solar

Bahlil menambahkan, saat ini konsumsi bensin nasional mencapai sekitar 38 juta kiloliter per tahun, sementara produksi domestik baru berada di kisaran 14,25 juta kiloliter.

“Dengan penambahan 5,8 juta, maka impor kita terhadap bensin itu tinggal 19 juta kiloliter,” tambahnya.

Tidak hanya menekan impor bensin, Bahlil juga menegaskan bahwa pemerintah bakal menghentikan impor solar setelah RDMP mulai beroperasi. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional.

“Sementara untuk solar, tahun ini alhamdulillah atas perintah Bapak Presiden, maka mulai yang sekarang kita bicara ini, Pak. Tidak ada lagi impor solar untuk insya Allah ke depan,” tutur Bahlil.

Adapun, RDMP Balikpapan merupakan proyek strategis nasional yang dibangun sejak 2019, menjadi tonggak penting dalam pengembangan infrastruktur energi nasional yang terintegrasi.

Proyek tersebut mencakup sistem penerimaan minyak mentah, pengolahan, hingga penunjang keandalan rantai pasok energi secara menyeluruh.

Proyek dengan total investasi setara Rp123 triliun ini untuk memodernisasi kilang eksisting, sehingga akan meningkatkan kapasitas pengolahan minyak, menghasilkan BBM berkualitas tinggi dan ramah lingkungan, mendorong hilirisasi industri petrokimia, serta memperkuat ketahanan energi nasional.

RDMP Balikpapan dirancang dan dilaksanakan dalam tiga lingkup utama proyek yang saling terhubung dan terintegrasi untuk memastikan kesiapan operasional kilang serta keberlanjutan pasokan energi nasional. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.