Akurat

RDMP Balikpapan Selesai, ESDM Targetkan Bebas Impor Solar 2026

Andi Syafriadi | 6 Januari 2026, 08:30 WIB
RDMP Balikpapan Selesai, ESDM Targetkan Bebas Impor Solar 2026

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), memastikan bahwa proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan telah menyelesaikan seluruh tahapan utama

Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menyampaikan, proyek RDMP Balikpapan kini tinggal menunggu proses peresmian secara formal.

Laode menegaskan bahwa secara teknis proyek telah rampung dan hanya tinggal menunggu pengumuman resmi yang direncanakan berlangsung pada Januari 2026.

Baca Juga: Kementerian ESDM Izinkan Tambang Beroperasi 25 Persen Padahal RKAB 2026 Belum Terbit

“Tunggu saja kabarnya di Januari ini. Kita perlu kejar karena kita berharap kekuatan dari RDMP ini akan menjadi tulang punggung kita untuk bebas dari impor solar tahun 2026,” kata Laode saat ditemui di BPH Migas, Senin (5/1/2026) malam.

Terkait dengan waktu mulai pemanfaatan hasil produksi RDMP, Laode menjelaskan bahwa hingga Februari–Maret 2026, pasokan solar nasional masih akan menggunakan kuota carry-over tahun 2025. Pemanfaatan penuh produksi RDMP, kata Laode baru akan dilakukan mulai April 2026.

Sebab, terdapat sejumlah tahapan teknis yang perlu dipersiapkan sebelum produksi RDMP dimanfaatkan secara optimal, mulai dari penyiapan stok, pengaturan hari ketahanan stok, hingga kesiapan pelabuhan distribusi yang akan menjadi titik pengambilan bagi badan usaha swasta.

“Jadi begitu sudah berproduksi, stok disiapin, berapa hari, kemudian juga menyiapkan pelabuhannya di mana nantinya swasta-swasta itu akan mengambil. Ketika semuanya sudah siap, baru kita laksanakan,” ujarnya.

Baca Juga: Produksi Nikel dan Batu Bara 2026 Disesuaikan, ESDM: Bukan Dipangkas

Dengan skema tersebut, Laode memastikan bahwa pasokan solar mulai Maret 2026 secara bertahap akan bersumber dari produksi RDMP, seiring berakhirnya pemanfaatan kuota lama.

“Iya, seperti itu,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.