Akurat

Swasembada Pangan, Mentan Optimistis Stok CBP Stabil di 3,7 Juta Ton hingga Akhir 2025

Hefriday | 4 Desember 2025, 16:06 WIB
Swasembada Pangan, Mentan Optimistis Stok CBP Stabil di 3,7 Juta Ton hingga Akhir 2025

AKURAT.CO Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan Indonesia berada di jalur yang tepat terakit swasembada pangan hingga akhir 2025. 

Amran mengungkapkan, optimisme tersebut didukung oleh lonjakan produksi nasional dan stabilnya distribusi pangan sepanjang tahun. Kondisi itu membuat ketahanan pangan Indonesia dinilai berada dalam posisi kuat. 
 
“Insya Allah, kita berdoa, kita bisa umumkan swasembada nanti. Di tanggal 31 Desember jam 12.00 kita umumkan bahwa Indonesia swasembada,” ujarnya saat melepas 207 truk bantuan logistik untuk wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera, di Jakarta, Kamis (4/12/2025). 
 
Dirinya menjelaskan bahwa stok cadangan beras pemerintah (CBP) kini mencapai 3,8 juta ton, jumlah tertinggi dalam sejarah. Stok itu diperkirakan tetap stabil hingga akhir tahun dan berada pada kisaran 3,7 juta ton, yang seluruhnya tersimpan di jaringan gudang Perum Bulog di berbagai daerah.
 
 
Menurut Amran, lonjakan stok tersebut menjadi indikator penting keberhasilan strategi nasional pangan. Peningkatan produktivitas petani di berbagai wilayah disebut berperan besar dalam menopang cadangan beras yang terus naik dari tahun ke tahun. “Yang menarik, beras yang ada di gudang itu adalah hasil produksi petani Indonesia,” tegasnya.
 
Pemerintah juga menegaskan bahwa pencapaian tersebut diraih tanpa ketergantungan pada impor beras. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa pasokan dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan nasional, bahkan untuk memperkuat cadangan strategis pemerintah.
 
Optimisme swasembada turut diperkuat data Badan Pusat Statistik (BPS). Lembaga itu memproyeksikan potensi produksi beras nasional selama Januari–Desember 2025 mencapai 34,79 juta ton, naik 4,17 juta ton atau setara kenaikan tahunan sebesar 13,6% dibanding 2024. Hasil ini merujuk pada amatan Kerangka Sampel Area (KSA) per Oktober 2025.
 
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa kenaikan terbesar terjadi pada periode panen Januari–April 2025, yang tumbuh hingga 26,54%. Secara keseluruhan, produksi gabah kering giling (GKG) 2025 diprediksi mencapai 60,37 juta ton, meningkat 13,61% secara tahunan.
 
Pulau Jawa tetap menjadi pusat produksi terbesar, terutama dari provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Sementara itu, di Sumatera, daerah seperti Lampung, Aceh, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menunjukkan potensi panen signifikan yang diharapkan mendongkrak stok nasional.
 
Kontribusi besar lainnya datang dari wilayah Indonesia Timur, terutama Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta Kalimantan Barat. Kenaikan produksi di daerah-daerah ini menjadi faktor pendukung dalam memperkuat cadangan pangan nasional secara merata.
 
Pada level kabupaten/kota, sentra produksi padi terbesar diperkirakan berasal dari Subang, Indramayu, Karawang, Bekasi, Tasikmalaya, Sukabumi, Cianjur, Cirebon, dan Garut. Dari wilayah lain turut mencuat nama Demak, Ngawi, Bojonegoro, Madiun, Aceh Utara, Banyuasin, OKI, OKU Timur, Sambas, Pinrang, serta Luwu Timur.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa