Kadin Gelar Rapimnas 2025, Evaluasi dan Susun Strategi Dunia Usaha
Hefriday | 26 November 2025, 16:09 WIB

AKURAT.CO Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan bahwa Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2025 akan menjadi momentum penting bagi dunia usaha untuk melakukan evaluasi serta menyusun arah dan strategi kerja ke depan.
Agenda tahunan tersebut dipandang sebagai forum strategis untuk merumuskan langkah konkret menghadapi dinamika ekonomi nasional dan global.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengatakan Rapimnas tahun ini kembali diarahkan untuk mengevaluasi kinerja satu tahun terakhir sekaligus merancang rencana kerja yang lebih terukur pada tahun mendatang.
Menurutnya, penyusunan strategi dunia usaha membutuhkan pandangan yang komprehensif serta berdasar pada kebutuhan di lapangan.
“Rapimnas kali ini, seperti rapimnas sebelumnya, menjadi sarana untuk mengevaluasi apa yang sudah berjalan selama setahun terakhir dan memperbaiki untuk satu tahun ke depan sekaligus membuat rencana kerja,” ujar Anindya di Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Baca Juga: Kadin Dorong Kerja Sama Dagang RI - Afsel
Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, Anindya menjelaskan format Rapimnas 2025 mengusung pendekatan bottom-up. Keputusan dan rekomendasi akan dihimpun terlebih dahulu dari daerah serta sektor usaha sebelum diputuskan pada tingkat pusat.
Perubahan pendekatan ini dinilai lebih relevan dengan tantangan ekonomi yang semakin kompleks dan membutuhkan perspektif yang lebih luas.
“Rapimnas kali ini sedikit diubah supaya pendekatannya bukan top-down, tapi bottom-up. Semua wakil ketua umum koordinator diminta melaksanakan rapat koordinasi nasional sebelum rapimnas,” katanya.
Anindya menegaskan rancangan format baru ini bertujuan memastikan masukan yang diberikan bersifat representatif dan dapat menjawab kebutuhan sektor usaha secara nyata, bukan sekadar keputusan seremonial.
Karena itu, pembahasan dalam Rapimnas akan difokuskan pada substansi teknis.
“Diskusi topik per topik akan dilakukan bersama menteri-menteri terkait, dan hasilnya nanti akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai masukan dari dunia usaha,” ujarnya.
Meski pertumbuhan ekonomi nasional dinilai relatif stabil, Anindya menilai masih terdapat sejumlah persoalan struktural yang perlu segera ditangani.
Di antaranya biaya logistik yang masih mencapai sekitar 14% dari Produk Domestik Bruto (PDB), penurunan kontribusi sektor industri, mismatch tenaga kerja, serta dampak percepatan transformasi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI).
“Itu fakta lapangan yang mesti kita sikapi. Di sinilah kita berpikir di dalam rapimnas sebagai kombinasi dari pengusaha, ekonom, dan masukan dari asosiasi serta daerah,” kata Anindya.
Di sisi lain, Ketua Organizing Committee Rapimnas 2025 yang juga Wakil Ketua Umum Bidang Komunikasi dan Digital Kadin Indonesia, Clarissa Tanoesoedibjo, mengungkapkan susunan agenda telah dirancang bertahap untuk memastikan pelaksanaan rapat berjalan sistematis dan efektif. Rapimnas 2025 akan digelar pada 1–2 Desember di Park Hyatt Jakarta.
Sebelum agenda utama, akan digelar kegiatan pra-acara (pre-event) pada 30 November. Clarissa menyebut pre-event akan dibuka dengan penyelenggaraan ekonomi kreatif, pemutaran film pendek berbasis teknologi AI, dan forum diskusi bersama Kadin Indonesia Institute.
Seluruh rangkaian pertemuan, menurut Clarissa, diharapkan dapat memberikan ruang inovasi, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, dan memperkuat kolaborasi antarwilayah maupun sektor industri.
“Kami ingin Rapimnas 2025 tidak hanya menjadi forum formal, melainkan wadah kolaboratif bagi seluruh pelaku usaha untuk menghasilkan ide dan langkah nyata,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










