Produksi Vaksin Naik Pesat, Pusvetma Diklaim Turunkan Kasus PMK 2025

AKURAT.CO Balai Besar Veteriner Farma (BBVF) Pusvetma menunjukkan kinerja luar biasa dalam dua tahun terakhir.
Dimana lembaga tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi vaksin secara signifikan, tetapi juga berperan penting dalam menurunkan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) sepanjang 2025.
Capaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dalam kunjungannya, Jumat (21/11/2025).
Baca Juga: Hilirisasi Rp371 Triliun, Kementan Siapkan 8 Juta Lapangan Kerja Baru
Pusvetma, yang sejak 2022 menjadi laboratorium rujukan nasional untuk PMK, menunjukkan peningkatan kemampuan produksi vaksin yang sangat cepat.
Kepala BBVF Pusvetma, Edy Budi Susila, melaporkan bahwa produksi vaksin PMK meningkat lima kali lipat dalam kurun waktu satu tahun.
“Pada 2024 kita memproduksi sekitar satu juta dosis vaksin PMK. Tahun ini kapasitas kita meningkat menjadi lima juta dosis,” jelas Edy.
Menurutnya, kenaikan produksi ini memberikan dampak langsung terhadap pengendalian wabah PMK di berbagai daerah.
Edy menambahkan bahwa peningkatan suplai vaksin membuat upaya vaksinasi di lapangan berjalan lebih cepat, sehingga kasus PMK turun signifikan pada 2025.
Dirinya optimistis Indonesia akan lebih siap menghadapi siklus penyakit hewan tersebut pada tahun 2026.
Selain PMK, Pusvetma juga meningkatkan produksi vaksin unggas seperti Avian Influenza (AI) dan New Castle Disease (ND).
Baca Juga: BMKG Prediksi Hujan Melimpah, Kementan Siapkan Strategi Tanam Nasional
Dua jenis vaksin ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutan produksi protein hewani, mengingat unggas merupakan komoditas yang paling banyak dikonsumsi masyarakat.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menyebut Pusvetma kini menjadi salah satu Badan Layanan Umum (BLU) dengan pertumbuhan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) tertinggi di sektor pertanian.
Pendapatan Pusvetma meningkat pesat dari kurang dari Rp10 miliar pada 2018 menjadi hampir Rp100 miliar pada 2025.
“Ini adalah bukti kerja keras seluruh jajaran Pusvetma dan menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk vaksin dalam negeri terus meningkat,” ungkap Agung.
Dalam kesempatan yang sama, Wamentan Sudaryono menilai bahwa kinerja Pusvetma menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kapasitas riset dan produksi vaksin pada tingkat kompetitif.
Menurutnya, keberhasilan tersebut harus menjadi momentum untuk mengurangi ketergantungan pada vaksin impor.
“Ini bukti bahwa kita mampu. Tinggal kita memperkuat fasilitas agar kebutuhan nasional bisa dipenuhi sepenuhnya,” kata Sudaryono.
Dirinya menyampaikan bahwa pemerintah telah menyusun rencana pembangunan fasilitas baru agar kapasitas produksi vaksin dapat diperluas. Langkah ini diperkirakan akan mempercepat target kemandirian vaksin hewan nasional.
Sudaryono menegaskan bahwa peningkatan kapasitas produksi vaksin tidak hanya berdampak pada pengendalian penyakit, tetapi juga berkontribusi langsung pada ketahanan pangan.
Ketersediaan vaksin membantu menjaga kesehatan ternak, melindungi produktivitas peternak, dan memastikan pasokan daging serta protein tetap stabil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 5Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 6Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 7Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 8Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag









