Stok Melimpah, Pemerintah Kerahkan Satgas Kawal Harga Beras Nasional

AKURAT.CO Pemerintah memperkuat pengawasan harga beras nasional melalui pembentukan Satgas Pengendalian Harga Beras 2025, seiring meningkatnya produksi dan melimpahnya stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang mencapai 3,8 juta ton.
Satgas ini disebut menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga di tingkat produsen hingga pengecer.
Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pemerintah harus memastikan peningkatan produksi tidak hanya menambah stok, tetapi juga diikuti kestabilan harga di seluruh rantai distribusi.
Baca Juga: Eks Kepala Bapanas Siap Mengabdi Lagi Jika Dipanggil Presiden
“Yang terpenting adalah menjaga harga petani dan konsumen tetap stabil,” ujarnya di Jakarta, Rabu (5/11/2025).
Pembentukan Satgas melalui Keputusan Kepala Bapanas Nomor 375 Tahun 2025 memungkinkan pemerintah melakukan pengawasan terstruktur di 51 kabupaten.
Pengawasan mencakup produsen, distributor, grosir, ritel modern, dan pengecer yang hingga 1 November telah menyentuh 5.648 titik.
Amran mengakui beberapa daerah, terutama Papua, masih menghadapi tantangan harga akibat distribusi yang membutuhkan biaya tinggi.
Namun dengan adanya Satgas, pemerintah dapat memantau langsung titik-titik rawan dan melakukan intervensi cepat melalui Bulog maupun pemerintah daerah.
Dirinya menambahkan bahwa Indonesia kini memasuki fase baru dengan status produksi yang kembali meningkat dan impor beras dihentikan sepanjang 2025.
Baca Juga: Ini Arahan Presiden Prabowo ke Mentan Sekaligus Kepala Baru Bapanas
Kondisi ini membuat stabilisasi harga menjadi prioritas utama agar kesejahteraan petani tetap terjaga dan harga di tingkat konsumen tetap terjangkau.
Amran juga menyoroti tren kenaikan indeks harga gabah di tingkat petani yang meningkat dari 136,78 pada Januari menjadi 146,24 pada Oktober 2025.
Menurutnya, peningkatan ini menjadi indikator bahwa kesejahteraan petani turut membaik seiring produksi yang lebih tinggi.
Kebijakan penghentian impor yang diarahkan Presiden Prabowo Subianto, kata Amran, memperkuat posisi Indonesia dalam produksi beras nasional.
Dengan stok yang melimpah, pemerintah dapat lebih fokus mengendalikan harga tanpa ketergantungan pada pasokan luar negeri.
Selain itu, Amran menyebut stok beras nasional yang kuat mempertebal kemampuan Indonesia merespons fluktuasi harga global dan menjaga stabilitas domestik.
Surplus produksi yang mencapai 3,8 juta ton tahun ini turut mendukung langkah stabilisasi tersebut.
Pihaknya memastikan Satgas berkomitmen menjalankan instruksi pemerintah untuk menjaga harga tetap stabil menjelang akhir tahun dan masa tanam berikutnya. “Kita ingin harga stabil dari hulu sampai hilir,” tegasnya.
Amran optimistis Indonesia semakin dekat dengan kedaulatan pangan. “Kita swasembada beras berkat kerja keras bersama. Tinggal menjaga harga agar adil dan stabil untuk petani dan masyarakat,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










