Akurat

Hadiri Munas Organisasi Hidayatullah, Mentan Serukan Peran Petani Milenial

Hefriday | 22 Oktober 2025, 21:42 WIB
Hadiri Munas Organisasi Hidayatullah, Mentan Serukan Peran Petani Milenial
 
AKURAT.CO Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyerukan gerakan besar untuk membangkitkan semangat petani milenial di seluruh Indonesia. 
 
Dirinya mengajak jamaah Hidayatullah menjadi motor penggerak dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan dan kemandirian ekonomi bangsa.
 
Dalam sambutannya di Musyawarah Nasional (Munas) VI Hidayatullah 2025, Amran menegaskan pentingnya melibatkan generasi muda dalam sektor pertanian yang kini tengah bertransformasi menuju modernisasi. 
 
“Gerakan ini diharapkan menjadi penggerak utama program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan melalui pemberdayaan petani milenial,” ujar Amran di Jakarta, Rabu (22/10/2025). 
 
Menurutnya, kebangkitan pertanian nasional hanya bisa dicapai bila generasi muda ikut turun tangan. Ia menekankan bahwa sektor pertanian bukan hanya ladang ekonomi, melainkan juga ladang pengabdian bagi bangsa. 
 
 
“Saya lahir dari keluarga miskin, tapi saya tidak mau mati dalam keadaan miskin. Anak petani pun bisa memimpin dan mengubah republik ini,” ujarnya dengan penuh semangat.
 
Amran menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan dunia di bidang pangan. Dengan memanfaatkan lahan tidur dan teknologi, Indonesia dapat mencapai kedaulatan pangan nasional. 
 
“Kalau seribu kader Hidayatullah bergerak membangunkan lahan tidur, Indonesia bisa menjadi super power pangan,” katanya.
 
Dirinya juga menyinggung pentingnya integritas dan kejujuran dalam membangun bangsa. Menurutnya, keberhasilan ekonomi tidak bisa dilepaskan dari pondasi moral yang kuat. 
 
“Kita ini orang hebat, tapi harus membangun kemandirian dengan moralitas. Ini bagian dari ibadah saya untuk bangsa,” tegasnya.
 
Dalam kesempatan itu, Amran menjelaskan program besar Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mempercepat hilirisasi komoditas strategis, seperti tebu, kakao, kelapa, kopi, mete, dan lada. 
 
Program tersebut ditopang Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp9,95 triliun guna membuka 800 ribu hektare lahan baru.
 
“Kalau diberi kepercayaan dan anggaran, kami akan berikan untuk umat. Ada tanah, bisa ditanam. Tahun depan kita mulai cetak sawah baru,” jelas Amran. 
 
Amran menegaskan, fokus pemerintah bukan sekadar meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan hasil pertanian memiliki nilai tambah ekonomi.
 
Tak hanya untuk kepentingan nasional, Amran juga menyinggung dimensi kemanusiaan dari swasembada pangan. Ia menyebut Indonesia telah mengirim 10.000 ton beras ke Palestina atas perintah Presiden Prabowo Subianto pada Juli 2025. 
 
“Sekarang kita siapkan lahan di Indonesia untuk membantu pangan bagi Palestina. Pasti bisa,” ujarnya.
 
Amran menutup pidatonya dengan pesan inspiratif. Ia menjelaskan filosofi hidupnya yang berpijak pada tiga tingkat keyakinan yaitu ilmu yakin (15%), ainul yakin (20%), dan haqqul yakin (65%). 
 
“Ayo buat perubahan besar di republik ini, mulai dari pertanian. Kalau pertanian bergerak, republik ini akan bergerak,” katanya.
 
Sementara itu, Ketua Umum DPP Hidayatullah, Nashirul Haq, menyambut positif ajakan tersebut. Ia menyatakan Hidayatullah siap menjadi bagian dari gerakan besar menuju kedaulatan pangan nasional melalui pencetakan 1.000 petani milenial dan proyek cetak sawah 30 hektare di Kalimantan Timur. 
 
“Kalau pertanian bisa dimodernisasi, santri dan kader muda akan melihat bahwa bertani itu keren dan menjanjikan,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa