Akurat

Negosiasi BBM Pertamina dengan Swasta Masih Berjalan Dinamis

Dedi Hidayat | 18 Oktober 2025, 17:46 WIB
Negosiasi BBM Pertamina dengan Swasta Masih Berjalan Dinamis

AKURAT.CO Pertamina Patra Niaga (PPN) mengungkapkan proses negosiasi dengan badan usaha swasta pengelola SPBU terkait dengan pembelian bahan bakar minyak (BBM) masih berjalan.

Pj. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan sampai dengan siang ini, negosiasi dengan pihak swasta masih berlangsung.

“Sampai saat ini saya masih terinfo bahwa proses negosiasi masih berjalan ya,” kata Roberth kepada Akurat.co, Sabtu (18/10/2025).

Baca Juga: Mekanisme Pembelian BBM Diubah, Pertamina Bakal Negosiasi One-On-One dengan Badan Usaha Swasta

Ketika ditanya apakah akan dilakukan pertemuan kembali dengan badan usaha swasta pengelola SPBU, Roberth menyebut pertemuan masih terus berjalan oleh pihak Pertamina dan BU swasta.

“Masih (bertemu), berproses terus pastinya,” tambah Roberth.

Ubah Skema Negosiasi

Diberitakan sebelumnya, Pertamina Patra Niaga (PPN) membenarkan adanya perubahan skema negosiasi antara pihaknya dengan badan usaha swasta pengelola SPBU terkait pembelian bahan bakar minyak (BBM).

Pj. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan bahwa negosiasi sebelumnya dilakukan bersama seluruh badan usaha dengan skema joint cargo.

“Jadi negosiasi awal itu dengan menggunakan join cargo, jadi satu kapal untuk bareng-bareng gitu. Nah, ternyata ada beberapa spesifikasi teknis dari BU Swasta masing-masing, sehingga saat ini kami sedang bernegosiasi secara one-on-one,” kata Roberth saat ditemui di Hotel Borobudur, Kamis (16/10/2025).

Baca Juga: Mekanisme Pembelian BBM Diubah, Pertamina Bakal Negosiasi One-On-One dengan Badan Usaha Swasta

Roberth melanjut, negosiasi secara terpisah ini dilakukan agar Pertamina mengetahui spesifikasi apa yang diinginkan oleh setiap badan usaha.

Nantinya, jika kesepakatan telah terjadi Pertamina Patra Niaga akan membuka tender untuk memilih pemasok (supplier) yang dapat memenuhi spesifikasi tersebut. Tender ini akan dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur yang telah disepakati sejak awal.

“Jadi nanti ada persetujuan dari BU Swasta, kemudian kalau BU Swasta sudah setuju tender ini dilaksanakan, ada pemenangnya, maka akan dilakukan joint inspection,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah pengiriman BBM akan dilakukan terpisah, Roberth menuturkan masing-masing BU Swasta akan memiliki kargo sendiri, tidak lagi menggunakan sistem penggabungan atau join cargo.

“Iya, kargo-nya pasti satu-satu. Jadi kita tidak lagi menggunakan joint cargo, tapi kargo-nya masing-masing. Jadi nanti misalnya salah satu BU Swasta, dia mau misalnya impornya berapa MB gitu ya,” tutur Roberth.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.