Akurat

Kuliner Nusantara Siap Go Global Lewat Pangan Nusa Expo 2025

Hefriday | 16 Oktober 2025, 13:10 WIB
Kuliner Nusantara Siap Go Global Lewat Pangan Nusa Expo 2025

AKURAT.CO Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperluas akses pasar internasional bagi pelaku usaha kuliner Indonesia melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan surat pernyataan minat (Letter of Intent/LOI) dengan sejumlah negara, seperti Singapura, Malaysia, Australia, Belanda, dan Italia, dalam ajang Pangan Nusa Expo 2025.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah untuk membawa kuliner Indonesia menembus pasar global serta memperkuat posisi produk pangan nasional di industri makanan dunia.

Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso menyatakan optimisme tinggi terhadap potensi kuliner Nusantara yang dinilai memiliki cita rasa khas dan daya tarik kuat di mata internasional.

“Ekspansi kuliner Indonesia menjadi bukti bahwa kualitas produk pangan kita diakui dunia. Kami berharap langkah ini memberi efek berganda bagi perekonomian nasional,” ujar Budi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Baca Juga: Kemendag: Penonaktifan Fitur Live Tiktok dan IG Tak Ganggu E-Commerce

Pangan Nusa Expo 2025 menjadi bagian dari rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 yang diselenggarakan di ICE BSD, Tangerang, Banten. Ajang tersebut menampilkan 186 produk kuliner siap santap dan makanan olahan berkualitas yang dikurasi dari seluruh provinsi di Indonesia.

Menurut Budi, seluruh produk yang dipamerkan merupakan hasil seleksi ketat untuk memastikan kualitas, keamanan pangan, dan daya saingnya di pasar ekspor.

“Kami ingin pelaku usaha kuliner Indonesia tidak hanya tumbuh di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di pasar internasional. Momentum ini adalah langkah konkret agar kuliner Indonesia naik kelas,” tegasnya.

Selain membuka peluang ekspor, Kemendag juga menjembatani perluasan pasar di dalam negeri.

Melalui kegiatan business matching, pelaku usaha kuliner diperkenalkan dengan jaringan ritel modern seperti anggota Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

Tak hanya sektor ritel, sejumlah kerja sama juga dijajaki dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI), KAI Services, Sarinah, dan SMESCO Indonesia.

Kolaborasi ini diharapkan memperluas distribusi dan promosi produk kuliner Nusantara ke berbagai lini bisnis dan jaringan pemasaran.

Baca Juga: UMKM Pangan Naik Kelas, Masuk Ritel Modern Lewat Program Kemendag

Pameran tersebut turut melibatkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang menghadirkan konsep wisata gastronomi.

Melalui konsep ini, pengunjung diajak menikmati pengalaman kuliner yang lebih luas mulai dari tur ke pasar tradisional, kelas memasak, mencicipi produk lokal, hingga mengenal seni, budaya, dan tradisi kuliner daerah.

Budi menilai, pendekatan tersebut mampu menampilkan kuliner Indonesia bukan sekadar makanan, tetapi juga warisan budaya dan identitas nasional.

“Kuliner kita membawa cerita, sejarah, dan nilai-nilai lokal yang menjadi daya tarik tersendiri di mata dunia,” katanya.

Antusiasme tinggi pengunjung dan mitra bisnis terhadap ajang Pangan Nusa tercermin dari nilai transaksi yang berhasil dibukukan pada hari pertama penyelenggaraan.

Berdasarkan data Kemendag, total nilai transaksi mencapai Rp800 juta, dan angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat hingga penutupan TEI 2025 pada Minggu, 19 Oktober 2025.

“Capaian ini menunjukkan minat pasar yang besar terhadap produk kuliner kita. Ini baru permulaan dari potensi besar yang bisa dikembangkan,” ungkap Budi.

Selain transaksi penjualan, ajang ini juga membuka pintu bagi kemitraan jangka panjang dengan pembeli luar negeri, termasuk potensi ekspor produk makanan olahan dan kuliner siap saji.

Program ini juga menjadi wadah strategis bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor pangan untuk memperluas jaringan dan mendapatkan akses pasar yang lebih luas.

Melalui Pangan Nusa, Kemendag berupaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha daerah agar mampu memenuhi standar ekspor dan memanfaatkan peluang ekonomi global.

“UMKM kuliner memiliki peran besar dalam menggerakkan ekonomi daerah. Jika mereka bisa menembus pasar internasional, dampaknya akan signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat,” kata Budi.

Selain mendukung promosi ekspor, Kemendag juga terus memperkuat ekosistem pendukung melalui pelatihan, sertifikasi halal, dan pendampingan pemasaran digital bagi para pelaku usaha.

Pangan Nusa Expo 2025 tidak hanya menampilkan produk makanan, tetapi juga mengangkat filosofi dan kearifan lokal di balik setiap hidangan.

Budi menegaskan, kuliner Indonesia harus dipandang sebagai bagian dari diplomasi budaya yang dapat memperkuat citra Indonesia di mata dunia.

“Kuliner adalah wajah bangsa. Melalui rasa dan pengalaman bersantap, dunia bisa mengenal Indonesia lebih dekat,” ucapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi