Akurat

Data Pertumbuhan Ekonomi Diragukan, Bahlil: Masak Lebih Percaya Medsos Daripada BPS?

Yosi Winosa | 14 Oktober 2025, 15:34 WIB
Data Pertumbuhan Ekonomi Diragukan, Bahlil: Masak Lebih Percaya Medsos Daripada BPS?

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta masyarakat untuk mempercayai data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) daripada data yang tersebar media sosial.

Adapun, beberapa waktu lalu sempat adanya ketidaksepahaman antara ekonom dan pemerintah setelah BPS merilis perekonomian Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 5,12% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal II tahun 2025.

Adanya ketidaksepahaman tersebut, Bahlil menuturkan BPS merupakan lembaga negara yang memiliki mandat dan kredibilitas dalam penyajian data pembangunan, termasuk pertumbuhan ekonomi.

“BPS ini adalah badan yang harus dipercaya oleh semua orang. Masa mau percaya media sosial daripada BPS, kan nggak bisa dong,” kata. Bahlil dalam acara penandatanganan kerja sama antara Kementerian ESDM dan BPS, Selasa (14/10/2025).

Baca Juga: Bahlil Kirim Tim Inspeksi Kebakaran Kawasan IMIP

Bahlil menyebut, masyarakat terkadang hanya memperhatikan hal yang tidak baik dari pemerintah dan tidak percaya dengan keberhasilan pemerintah.

“Kalau BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi sekian, ya sudah. Kenapa harus protes? Kita ini kadang-kadang kalau yang berhasil ragu untuk mengakui, tapi kalau yang tidak berhasil suka diolok-olokin,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bahlil juga menyoroti pentingnya data akurat sebagai dasar pengambilan keputusan pemerintah, terutama dalam program-program kerakyatan di sektor energi dan sumber daya alam.

Bahlil menegaskan, kerja sama antara ESDM dan BPS menjadi langkah penting menuju kebijakan berbasis data yang kredibel.

“Data itu bukan sekadar angka, tapi arah kebijakan. Dengan data yang valid, kita bisa memastikan bahwa program energi kita berpihak pada rakyat,” tutur Bahlil.

Diberitakan sebelumnya perekonomian Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 5,12% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal II tahun 2025. Angka ini menunjukkan tren pemulihan ekonomi nasional yang terus menguat di tengah tantangan global yang masih berlangsung.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud, menjelaskan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada periode April–Juni 2025 mencapai Rp5.947 triliun. Sementara itu, PDB atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp3.396,3 triliun.

“Sehingga pertumbuhan Indonesia pada kuartal II 2025 bila dibandingkan dengan kuartal II 2024 atau secara yoy tumbuh sebesar 5,12 persen,” ujar Edy dalam konferensi pers yang digelar di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Selasa (5/8/2025).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.