World Expo 2025 Osaka, Kemenperin: Industri Indonesia Pikat Investor Global

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya memperluas jejaring kerja sama internasional dan memperkuat posisi industri nasional secara global.
Hal ini terlihat setelah keikutsertaan industri dalam negeri di ajang World Expo 2025 Osaka, Jepang.
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin), Faisol Riza mengatakan hadirnya industri Indonesia dalam ajang tersebut merupakan bagian dari visi besar menuju Indonesia Emas 2045 melalui pembangunan industri yang tangguh dan ramah lingkungan.
“Forum ini bukan hanya ajang menampilkan potensi industri Indonesia, tetapi juga wahana penting untuk memperkuat kemitraan global dalam mewujudkan pertumbuhan industri yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing tinggi,” kata Faisol dikutip dari laman Kemenperin, Minggu (12/10/2025).
Baca Juga: Tari Topeng Indramayu Tampil Memukau di Jepang dalam Osaka World Expo
Dalam rangkaian World Expo 2025 Osaka, Kemenperin berpartisipasi pada Theme Weeks 8: DSG’s + Beyond Future Society of Life yang berlangsung pada 6-13 Oktober 2025, meliputi Business Forum, Rolling Exhibition, danBusiness Matching.
Kegiatan ini menjadi bagian dari misi diplomasi ekonomi untuk memperkenalkan potensi industri nasional kepada mitra global, sekaligus menarik investasi baru di sektor industri berbasis teknologi dan keberlanjutan.
Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, Wakil Menteri Perindustrian juga melakukan one-on-one meeting dengan dua mitra strategis utama Jepang, yakni Panasonic Energy dan New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO).
Pertemuan dengan Panasonic Energy membahas peluang kerja sama di bidang teknologi baterai, sementara pertemuan dengan NEDO berfokus pada penguatan riset dan implementasi teknologi industri berkelanjutan di Indonesia.
Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Tri Supondy menyampaikan bahwa partisipasi Kemenperin pada Paviliun Indonesia di World Expo 2025 Osaka merupakan momentum penting dalam mendorong kerja sama strategis antara pemerintah, pelaku industri, dan investor internasional.
“Kegiatan ini memperkuat diplomasi ekonomi industri Indonesia dan membuka peluang besar untuk ekspansi produk manufaktur nasional tidak hanya di pasar Jepang tetapi juga secara global,” ungkapnya.
Dengan berbagai upaya yang secara konsisten dilakukan selama ini, Pemerintah berkomitmen memperbesar kontribusi produk manufaktur, makanan olahan, dan teknologi dalam struktur ekspornya.
Pada hari pertama, Business Forum mengangkat tema “Inclusive and Sustainable Industrial Development: The Implementation of SDGs in Indonesia’s Manufacturing Industry.”
Acara ini diwarnai dengan penandatanganan sejumlah kerja sama strategis, salah satunya antara Tri Supondy, Direktur Jenderal KPAII Kemenperin, dan Yokoshima Naohiko, Presiden New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) Jepang.
Kesepakatan tersebut bertajuk “Cooperation on the Development, Utilization, and Optimization of Sustainable Technology in the Industrial Sector”yang menandai komitmen kedua pihak dalam memperkuat kolaborasi teknologi ramah lingkungan di sektor industri.
Selain itu, juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Direktur Kawasan Industri Artha Industrial Hill dan CEO Guangxi LiuGong Machinery Co., Ltd untuk Conditional Sale and Purchase Agreement.
Dengan total investasi mencapai USD317 juta di Indonesia, LiuGong sendiri akan membangun fasilitas manufaktur modern di Kawasan Industri Artha Industrial Hill, Karawang. Kedua kerja sama ini disaksikan langsung oleh Wamenperin dan menjadi simbol besarnya daya tarik Indonesia secara internasional.
Forum hari pertama turut menampilkan presentasi dari Artha Industrial Hill mengenai konsep kawasan industri berkelanjutan, PT Evergen Resources yang memaparkan inovasi teknologi mikroalga komersial, serta PT Onduline Manufaktur Indonesia dengan produk atap bitumen ramah lingkungan berstandar internasional.
Sementara itu, pada hari kedua forum, fokus bergeser ke sektor industri agro Indonesia. Tiga perusahaan tampil memperkenalkan produk inovatif mereka, yaitu PT Frootiful Natural Nusantara, PT Alga Bioteknologi Indonesia (ALBITEC), dan PT Bukit Sari.
Dalam kesempatan ini, dilakukan pula penandatanganan Letter of Intent (LoI) dengan mitra Jepang seperti Space Seed Holdings Inc., dan Take Craft LLC yang berkolaborasi di bidang gaya hidup sehat, bioteknologi, serta nutrisi berbasis mikroalga.
Pada kesempatan yang sama, Plt. Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika menyampaikan bahwa partisipasi sektor agro Indonesia di World Expo 2025 Osaka menunjukkan bahwa produk lokal tidak hanya unggul dari sisi kualitas dan inovasi, tetapi juga selaras dengan tren global yang menekankan keberlanjutan.
“Melalui forum ini, kami ingin meyakinkan dunia bahwa Indonesia siap menjadi mitra strategis dalam menghadirkan solusi pangan dan produk alami yang bernilai tambah tinggi,” ucap Putu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










