AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut izin usaha pertambangan (IUP) yang akan diberikan kepada Muhammadiyah masih dalam proses.
Adapun, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sempat melakukan pertemuan dengan pihak Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Bahlil menyebut pertemuan itu merupakan silaturahmi biasa antara dirinya dan PP Muhammadiyah.
“Silaturahmi. Saya kan sering silahturahmi baik sama NU maupun sama Muhammadiyah ya,” kata Bahlil saat ditemui di Senayan, Jumat (10/10/2025).
Ketika ditanya apakah pertemuan tersebut membicarakan terkait dengan IUP untuk Muhammadiyah, Bahlil mengatakan bahwa ada pembicaraan mengenai hal tersebut.
Namun, dirinya menyampaikan pertemuan tersebut diselenggarakan atas dasar silaturahmi bukan membahas lebih dalam tentang tambang bagi Muhammadiyah.
Baca Juga: Soal Sanksi ke Freeport, Bahlil: Setelah Hasil Audit
“Iya dikit (bahas tambang), tapi bukan itu. Saya kan sebagai pemuda Islam kan boleh dong selaturahmi sama NU, sama Muhammadiyah, sama yang lain-lain juga lah,” ujarnya
Akan tetapi, Bahlil menegaskan bahwa IUP yang akan dikelola oleh Muhammadiyah masih dalam proses di Kementerian ESDM. “Kalau NU kan sudah, Muhammadiyah dalam proses,” tutur Bahlil.
Sebelumnya, Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas mengungkapkan, pihaknya belum memegang IUPK kelola tambang baru bara dari Menteri ESDM. Padahal pembahasan izin pengelolaan tambang ini sudah mencuat sejak pertengahan tahun lalu.
"Kalau tidak ditepati janji, nanti kita minta di akherat, barang siapa berjanji wajib memenuhi janjinya," ungkap Anwar Abbas saat berkunjung ke ruang Podcash KontanTV, Minggu (20/7/2025).
Menurut Abbas, izin tambang tersebut harusnya diberikan ke Muhammadiyah. Meski begitu, dia menekankan, pihaknya tidak akan menanyakan soal kejelasan IUPK tersebut, melainkan pemerintah seharusnya yang mengkomunikasikan kepada Muhammadiyah terkait akan diberikannya IUPK atau tidak.
"Apaan, tidak jelas. Mana? sudah setahun yang lalu. Untuk Muhammadiyah bisa bersepakat ikut aturan pemerintah, perdebatan dan biayanya juga besar. Kampus melakukan kajian, kumpul di Jogya, ratusan juta kami habis sewa hotel," kata dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi










