Akurat

Cara Praktis Menanam Bawang Merah dengan Sistem Hidroponik di Rumah

Eko Krisyanto | 4 Oktober 2025, 21:08 WIB
Cara Praktis Menanam Bawang Merah dengan Sistem Hidroponik di Rumah

AKURAT.CO Bawang merah merupakan salah satu bumbu dapur yang hampir selalu hadir di setiap masakan Indonesia. Aromanya khas, rasanya memperkaya cita rasa, dan manfaatnya tak terbantahkan.

Kini, menanam bawang merah tidak lagi terbatas pada lahan pertanian, bahkan warga perkotaan pun bisa membudidayakannya dengan mudah melalui sistem hidroponik.

Metode ini memungkinkan tanaman tumbuh tanpa tanah, cukup dengan air yang diperkaya nutrisi. Praktis, bersih, dan cocok untuk kamu yang tinggal di ruang terbatas seperti apartemen atau rumah tanpa halaman luas.

Apa Itu Hidroponik?

Hidroponik adalah teknik menanam tanpa tanah dengan menggunakan air sebagai media utama.

Air tersebut diberi campuran larutan nutrisi yang mengandung unsur hara lengkap untuk menunjang pertumbuhan tanaman.

Sistem ini semakin diminati karena dianggap lebih efisien dan higienis dibandingkan metode konvensional.

Selain hemat tempat, hidroponik juga memungkinkan petani rumahan mengontrol pertumbuhan tanaman dengan lebih presisi.

Keunggulan Menanam Bawang Merah Secara Hidroponik

Teknik hidroponik menawarkan berbagai keuntungan, antara lain:

Baca Juga: OSL Group Menyelesaikan Akuisisi Exchange Kripto Indonesia Koinsayang

  • Tidak membutuhkan lahan luas — cukup area kecil di teras, balkon, atau pekarangan.

  • Nutrisi lebih terukur, sehingga pertumbuhan tanaman lebih cepat dan seragam.

  • Hasil panen cenderung lebih tinggi dan berkualitas.

  • Media tanam lebih bersih dan tahan lama.

  • Risiko hama dan penyakit lebih rendah dibandingkan penanaman di tanah.

  • Perawatan mudah dan efisien, cocok untuk pemula.

  • Konsumsi air dan nutrisi lebih hemat karena sistemnya tertutup dan terkontrol.

Langkah-Langkah Menanam Bawang Merah dengan Hidroponik

1. Persiapkan Alat dan Bahan

Gunakan wadah tanam seperti pipa hidroponik, baki semai, atau pot kecil. Pilih media tanam yang mampu menahan air dan udara seperti rockwool, arang sekam, atau cocopeat.

Siapkan pula larutan nutrisi hidroponik lengkap dengan unsur hara makro (N, P, K, Ca, Mg, S) dan mikro (Fe, Mn, Zn, Cu, B, Mo).

2. Pilih Benih Berkualitas dan Lakukan Penyemaian

Gunakan umbi bawang merah yang sehat, segar, dan bebas dari jamur. Potong sedikit bagian ujungnya untuk merangsang pertumbuhan tunas, lalu semai di media lembap hingga muncul daun muda.

Tahap penyemaian ini penting agar tanaman siap dipindahkan ke sistem utama dengan akar yang kuat.

3. Pindahkan ke Sistem Hidroponik

Setelah tumbuh kokoh, pindahkan tanaman ke instalasi hidroponik seperti NFT (Nutrient Film Technique) atau DFT (Deep Flow Technique).

Pastikan aliran air nutrisi berjalan lancar agar akar mendapat suplai oksigen dan zat hara secara merata.

4. Rawat Tanaman dengan Cermat

Periksa secara rutin konsentrasi nutrisi dan jaga pH larutan antara 5,5–6,5.

Pastikan tanaman mendapat sinar matahari minimal 12–14 jam setiap hari.

Walau relatif tahan hama, pemeriksaan berkala tetap diperlukan untuk mencegah gangguan seperti busuk akar atau kutu daun.

Baca Juga: Link Live Streaming Manchaster United vs Sunderland, Nonton Liga Inggris Malam Ini!​

5. Panen Bawang Merah

Bawang merah biasanya siap dipanen dalam waktu 80–100 hari setelah tanam. Ciri-ciri siap panen terlihat saat daun mulai menguning dan rebah.
Cabut tanaman dengan hati-hati agar umbi tidak rusak. Keringkan di tempat teduh dan berventilasi agar umur simpan lebih lama.

Menanam bawang merah secara hidroponik bukan hanya solusi cerdas bagi masyarakat perkotaan, tapi juga langkah menuju kemandirian pangan keluarga.

Dengan perawatan yang tepat, kamu bisa menikmati hasil panen segar dari halaman sendiri, sekaligus ikut berkontribusi dalam gerakan urban farming yang ramah lingkungan.

Laporan: Nadira Maia Arziki/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.