Stok Beras 3,9 Juta Ton, Bos Bulog: Aman Sampai Akhir Tahun
Hefriday | 23 September 2025, 18:13 WIB

AKURAT.CO Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani memastikan cadangan beras pemerintah (CBP) masih aman hingga akhir 2025.
Saat ini, stok beras tercatat mencapai 3,9 juta ton, jumlah yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sampai Desember.
“Dengan stok 3,9 juta ton itu, kita mampu memasok sampai akhir tahun,” kata Rizal di Jakarta, Selasa (23/9/2205).
Rizal menjelaskan, sebelumnya hingga Juli 2025, Bulog mencatat stok CBP sebesar 4,2 juta ton. Namun, sebagian telah disalurkan untuk bantuan pangan sesuai arahan pemerintah pusat.
“Yang satu koma juta sekian itu sudah didistribusikan untuk bantuan pangan. Jadi sekarang tinggal 3,9 juta ton,” ujarnya.
Bulog mencatat penyerapan gabah petani tahun ini telah mencapai 100% dari target 3 juta ton. Capaian ini, menurut Rizal, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan melindungi pendapatan petani.
Meski target telah terpenuhi, proses penyerapan tetap dilanjutkan sesuai petunjuk teknis Badan Pangan Nasional (Bapanas). Harga yang ditetapkan untuk gabah kering panen adalah Rp6.500 per kilogram, sehingga petani memperoleh kepastian harga yang layak.
Rizal menegaskan, program serapan gabah tidak hanya untuk menambah cadangan beras nasional, tetapi juga melindungi petani dari praktik tengkulak yang kerap merugikan.
“Harapannya, gabah yang dijual ke Bulog betul-betul dalam kondisi matang, siap panen, dan kering. Dengan begitu, kualitas beras yang kita hasilkan tetap terjaga,” jelasnya.
Dengan sisa cadangan beras sebanyak 3,9 juta ton, Bulog memastikan pangan nasional aman hingga akhir tahun. Rizal menegaskan pihaknya siap melaksanakan kebijakan pangan pemerintah, mulai dari distribusi beras hingga menjaga kestabilan harga di pasar.
“Kami akan pastikan distribusi berjalan tepat sasaran. Bulog berkomitmen mendukung kemandirian pangan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono juga menyebutkan bahwa produksi beras nasional diproyeksikan surplus 3,5 juta ton pada akhir 2025. Dengan demikian, Indonesia diyakini tidak perlu melakukan impor beras tahun ini.
“Menurut catatan BPS, di akhir Desember diperkirakan surplus 3,5 juta ton dibanding tahun lalu. Jadi insya Allah, kita tidak impor beras di tahun ini,” kata Sudaryono.
Wamentan menambahkan, total produksi beras nasional hingga akhir 2025 diperkirakan mencapai 33 hingga 34 juta ton. Angka tersebut lebih tinggi dibanding tahun lalu, yang menegaskan kondisi pangan Indonesia berada di jalur positif.
“Kita perkirakan produksi mencapai 33 atau 34 juta ton. Itu menunjukkan surplus lebih dari 3 juta ton. Ini sesuai prediksi yang sudah dibuat,” jelasnya.
Pemerintah menilai surplus beras dan stok CBP yang aman menjadi momentum untuk memperkuat hilirisasi sektor pangan.
Melalui hilirisasi, nilai tambah beras dapat ditingkatkan, baik dalam bentuk diversifikasi produk maupun pengembangan industri berbasis pangan.
Dengan cadangan beras yang aman, serapan gabah maksimal, serta produksi yang surplus, pemerintah optimistis Indonesia dapat menjaga stabilitas pangan tanpa harus bergantung pada impor.
“Ini bukti nyata bahwa kebijakan pangan berjalan sesuai jalurnya, memberikan kepastian bagi petani sekaligus jaminan bagi masyarakat,” tukas Rizal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










