Akurat

Menteri ARA Dorong Pengusaha Muda Manfaatkan KUR Perumahan

Yosi Winosa | 3 September 2025, 16:42 WIB
Menteri ARA Dorong Pengusaha Muda Manfaatkan KUR Perumahan

AKURAT.CO Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan bahwa program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan diyakini mampu mendorong pertumbuhan perekonomian nasional.

Program ini, kata dia, tidak hanya memberikan dukungan bagi sektor perumahan, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengusaha muda untuk mengembangkan usahanya.

“Saya yakin adanya KUR Perumahan akan mampu membantu para pengusaha untuk berkembang dan maju serta mendorong tingkat perekonomian Indonesia. Manfaatnya akan dirasakan langsung oleh rakyat, khususnya di sektor perumahan,” ujar Maruarar Sirait di Jakarta, Rabu (3/9/2025).

Politikus yang akrab disapa Ara ini mengajak para pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk segera memanfaatkan fasilitas KUR Perumahan.
 
 
Menurutnya, langkah ini penting agar pengusaha dapat meningkatkan usahanya sekaligus menciptakan multiplier effect terhadap perekonomian nasional.

Ara menilai KUR Perumahan tidak hanya berperan dalam memperkuat daya saing usaha, tetapi juga berpotensi melahirkan pengusaha-pengusaha baru di berbagai daerah. 
 
“Saya minta HIPMI bisa memanfaatkan KUR Perumahan ini untuk meningkatkan usaha sekaligus meningkatkan perekonomian Indonesia,” ujarnya.

Dirinya juga menekankan pentingnya sosialisasi program tersebut kepada para pengusaha muda. Ara bahkan melakukan pertemuan khusus dengan sekitar 10 pengusaha HIPMI, termasuk Ketua Umum BPP HIPMI masa bakti 2022–2025, Akbar Himawan Buchari.
 
Dalam pertemuan itu, ia berharap HIPMI bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pemanfaatan KUR Perumahan.

Ketua Umum HIPMI, Akbar Himawan Buchari, menyambut baik arahan tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sosialisasi KUR Perumahan. Ia menilai program ini sangat relevan dengan kebutuhan pengusaha, khususnya anggota HIPMI yang mayoritas merupakan pelaku UMKM.

“Adanya program seperti KUR Perumahan ini sangat menarik. Dengan suku bunga hanya 5 persen, tentu akan sangat membantu pengusaha dalam mengembangkan usahanya,” kata Akbar.

Untuk memastikan program ini berjalan tepat sasaran, HIPMI juga berencana menjalin kerja sama dengan sejumlah asosiasi pengembang perumahan, seperti Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), serta Real Estat Indonesia (REI).
 
Sinergi ini diharapkan dapat memperluas manfaat program bagi para pekerja yang membutuhkan hunian layak.

Akbar optimistis, meski sisa masa bakti kepengurusan HIPMI hanya sekitar enam bulan, KUR Perumahan akan memberikan banyak dampak positif. Ia menyebut, 70% anggota HIPMI merupakan pelaku UMKM yang potensial memanfaatkan fasilitas ini. 
 
“Kami yakin banyak anggota HIPMI yang bisa merasakan manfaat dari KUR Perumahan,” tegasnya.

Dengan adanya KUR Perumahan, pemerintah berharap akses pembiayaan menjadi lebih inklusif, tidak hanya untuk sektor perumahan tetapi juga dalam mendorong perputaran ekonomi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa