Akurat

Apresiasi Pahlawan Pangan, Pupuk Indonesia Gelae Svarna Bhumi Award 2025

Hefriday | 18 Agustus 2025, 15:31 WIB
Apresiasi Pahlawan Pangan, Pupuk Indonesia Gelae Svarna Bhumi Award 2025

AKURAT.CO PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali menggelar Svarna Bhumi Award 2025, sebuah ajang penghargaan yang ditujukan bagi para pahlawan pangan yang telah memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat sektor pertanian nasional. 

Program tahunan ini menjadi wadah apresiasi bagi petani maupun pegiat pangan yang karya dan inovasinya berdampak langsung pada ketahanan pangan Indonesia.
 
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengatakan tema besar tahun ini adalah “Swasembada Pangan Menuju Kemandirian Bangsa”. 
 
Menurutnya, kemandirian sebuah bangsa tidak akan pernah tercapai tanpa adanya swasembada pangan. Kehadiran ajang ini disebut sebagai bentuk komitmen Pupuk Indonesia dalam menjaga keberlangsungan ekosistem pangan di tanah air.
 
“Ketahanan pangan tidak sekadar menyediakan pupuk bagi sektor pertanian, tetapi juga menjaga keseluruhan ekosistemnya. Pahlawan-pahlawan pangan yang kami berikan penghargaan adalah sosok yang konsisten berinovasi tanpa pamrih, memikirkan kesejahteraan masyarakat luas, bukan hanya dirinya sendiri,” ujar Rahmad dalam keterangannya, Senin (18/8/2025). 
 
 
Rahmad menegaskan, penyelenggaraan Svarna Bhumi Award 2025 merupakan jawaban atas tantangan transformasi sektor pertanian di era modern.
 
Meski pemerintah gencar memperkuat ketahanan pangan, sektor ini masih menghadapi sejumlah persoalan, mulai dari lambatnya regenerasi petani hingga minimnya adopsi teknologi.
 
Melalui ajang penghargaan ini, Pupuk Indonesia berharap semakin banyak lahir terobosan dan inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas pertanian serta mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional.
 
Selain memberikan apresiasi, ajang ini juga berupaya mengangkat kisah inspiratif dari para penerima penghargaan. 
 
“Kami ingin cerita-cerita pahlawan pangan ini menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Dengan demikian, regenerasi petani bisa berjalan, inovasi bisa tumbuh, dan teknologi bisa lebih cepat diadopsi,” tambah Rahmad.
 
Salah satu juri, Andy F. Noya, mengungkapkan bahwa mayoritas penerima penghargaan tahun ini berasal dari kalangan muda. Ia menilai hal ini menjadi bukti nyata bahwa regenerasi di sektor pertanian mulai berjalan dengan baik.
 
“Menarik sekali karena tahun ini anak-anak muda lebih dominan mendapat penghargaan. Mereka bekerja dengan tulus meski jauh dari sorotan, tapi dampaknya luar biasa bagi masyarakat. Hal ini membuat optimisme kita semakin berkobar,” kata Andy.
 
Sementara itu, Prilly Latuconsina, aktivis sosial dan lingkungan sekaligus juri Svarna Bhumi, menyampaikan kekagumannya pada ide-ide kreatif yang dihasilkan para petani muda. Ia menilai perkembangan generasi muda di bidang pertanian sudah menunjukkan hasil yang signifikan.
 
“Perkembangan petani muda luar biasa. Mereka melahirkan inovasi yang segar, kreatif, dan sangat relevan dengan kebutuhan zaman. Banyak program yang kini mendukung lahirnya petani muda, dan ini patut diapresiasi,” tutur Prilly.
 
Svarna Bhumi Award 2025 merupakan penyelenggaraan ketiga sejak diluncurkan pertama kali pada 2023. Program ini digelar atas kerja sama antara Pupuk Indonesia dan Yayasan Benih Baik. 
 
Setiap penerima penghargaan berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari petani, peneliti, hingga pegiat sosial, namun memiliki satu kesamaan: inovasi yang memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun lingkungan.
 
Proses pemilihan penerima penghargaan dilakukan secara ketat oleh dewan juri lintas bidang.
 
Tahun ini, jajaran juri terdiri dari Rahmad Pribadi (Dirut Pupuk Indonesia), Rhenald Kasali (akademisi dan pendiri Rumah Perubahan), Andy F. Noya (Pendiri Yayasan Benih Baik), Prilly Latuconsina (aktivis sosial dan lingkungan, Expert Panel Yayasan BUMN), serta Tri Mumpuni (penggiat sosial dan energi terbarukan).
 
Melalui penghargaan ini, Pupuk Indonesia berharap para pahlawan pangan dapat menjadi panutan sekaligus motor penggerak lahirnya inovasi di sektor pertanian.
 
Ajang ini juga menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah dan korporasi, tetapi juga masyarakat luas.
 
Rahmad menegaskan kembali bahwa swasembada pangan adalah fondasi kemandirian bangsa. 
 
“Melalui apresiasi ini, kita ingin memastikan ketahanan pangan terjaga, generasi petani baru lahir, dan inovasi terus berkembang. Pada akhirnya, tujuan besar kita adalah mewujudkan bangsa yang mandiri dan berdaulat dalam pangan,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa