Akurat

Bappenas Gandeng 3 PTN Bentuk Konsorsium RSPTN

Hefriday | 13 Agustus 2025, 21:17 WIB
Bappenas Gandeng 3 PTN Bentuk Konsorsium RSPTN

AKURAT.CO Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menggandeng tiga perguruan tinggi negeri untuk membentuk Konsorsium Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN).

Kolaborasi ini melibatkan Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (Undip), dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy menegaskan, sektor kesehatan harus menjadi prioritas utama pembangunan, bukan sekadar bagian dari sektor lain.
 
Menurutnya, RSPTN yang terintegrasi dengan Academic Health System (AHS) akan memperkuat kompetensi tenaga medis, memperluas akses layanan kesehatan, serta mendorong inovasi berbasis masalah kesehatan lokal.
 
“Integrasi RS-PTN dengan AHS akan memberikan dampak signifikan terhadap kualitas pelayanan dan pendidikan kesehatan di Indonesia,” ujar Rachmat dalam keterangannya, Rabu (13/8/2025).
 
 
Kolaborasi ini diharapkan memperkokoh peran AHS sebagai strategi mewujudkan kemandirian layanan kesehatan nasional yang tangguh, inovatif, dan berlandaskan riset.
 
AHS dinilai mampu menjadi wadah sinergi antara pelayanan kesehatan, pendidikan kedokteran, dan penelitian medis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
 
Selain untuk memperkuat sistem kesehatan, langkah ini juga merupakan respons terhadap tantangan kesehatan nasional dan global yang kian kompleks.
 
Perubahan iklim, misalnya, telah memicu munculnya ancaman penyakit baru yang membutuhkan penanganan berbasis bukti dan riset yang terarah.
 
Dalam skema AHS, RSPTN akan menjadi simpul integrasi yang menghubungkan pelayanan medis, pembelajaran klinis, dan penelitian kesehatan.
 
Hal ini memungkinkan setiap rumah sakit perguruan tinggi menjadi pusat pembelajaran klinis yang bersifat lintas disiplin, sekaligus menjadi ruang kolaborasi bagi mahasiswa, tenaga kesehatan, dan peneliti.
 
Pada aspek layanan, konsorsium ini menargetkan pengembangan model layanan berbasis bukti ilmiah (evidence-based medicine).
 
Pemanfaatan teknologi seperti telemedicine dan jaringan rumah sakit satelit juga akan diperluas, sehingga layanan kesehatan dapat menjangkau daerah yang sulit diakses.
 
Dari bidang riset, RSPTN akan berfungsi sebagai jembatan antara penelitian dasar dan praktik klinis. Hasil penelitian diharapkan tidak hanya berhenti di publikasi ilmiah, tetapi juga menjadi rujukan bagi perumusan kebijakan kesehatan berbasis data.
 
“Kementerian PPN/Bappenas akan mendukung konsorsium RS-PTN ini melalui perencanaan strategis yang memaksimalkan potensi UGM, Undip, dan Unsoed,” jelas Rachmat. . 
 
Dirinya menambahkan, kolaborasi ini akan dijadikan model nasional untuk membangun sistem kesehatan berbasis riset. Inisiatif ini juga dikaitkan dengan percepatan pencapaian Visi Indonesia Emas 2045.
 
Dengan menggabungkan kekuatan riset, pendidikan, dan pelayanan kesehatan, konsorsium RSPTN diharapkan dapat menciptakan sistem kesehatan yang mandiri, berkelanjutan, serta memiliki daya saing di tingkat global.
 
“Ini bukan hanya forum akademik, tetapi motor penggerak inovasi kesehatan nasional. Kolaborasi seperti ini akan membantu kita membangun fondasi kesehatan yang kokoh bagi masa depan Indonesia,” tukas Rachmat.
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa