Akurat

Belum Diproduksi Lokal, Bahlil Berencana Impor Lithium dari Australia

Dedi Hidayat | 5 Agustus 2025, 15:18 WIB
Belum Diproduksi Lokal, Bahlil Berencana Impor Lithium dari Australia

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ungkap rencana impor lithium dari Australia untuk bahan baku baterai kendaraan listrik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa Indonesia berpotensi menjadi pasar besar sebagai penyedia bahan baku baterai kendaraan listrik (EV).

Apalagi, dalam penelitian yang dilakukan pihak ESDM, Indonesia memiliki tiga dari empat bahan baku untuk membuat baterai kendaraan listrik. “Dari empat bahan itu, tiga kita punya. Nikel, cobalt, mangan,” kata Bahlil di Jakarta, Selasa (5/8/2025).

Baca Juga: Pabrik Daur Ulang yang Menampung 900 Ton Baterai Lithium di Prancis Terbakar

Akan tetapi, Bahli menyebut tiga bahan baku tersebut masih ada satu lagi bahan baku yang tidak dimiliki oleh Indonesia, yaitu Lithium. “Yang enggak kita punya, litium. Masih kita cari-cari sampai sekarang,” tambahnya.

Dengan masih kurangnya Lithium, Bahlil menyebut sudah ada kerja sama antara Indonesia dengan Australia terkait dengan impor Lithium. Ketua Partai Golkar ini mengatakan, sampai saat ini sudah ada beberapa pengusaha yang mengambil Lithium dari Negeri Kangguru tersebut.

“Nah memang secara ekonomis akan jauh lebih ekonomis dari Australia karena biaya transportasinya ada. Beberapa teman-teman pelaku usaha itu sudah mengambil tambang di sana,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai volume impor lithium yang direncanakan, Bahlil mengaku belum memiliki detail angka.“Saya belum tahu volumenya berapa, karena saya bukan pengusahanya, ya,” ucap Bahlil.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.