Akurat

Bulog Siap Dukung Koperasi Desa Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Andi Syafriadi | 22 Juli 2025, 11:35 WIB
Bulog Siap Dukung Koperasi Desa Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

AKURAT.CO Perum Bulog menegaskan komitmennya dalam mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digagas sebagai bagian dari strategi nasional memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian desa.

Direktur Bisnis Perum Bulog, Febby Novita, menyatakan bahwa pihaknya siap bermitra dengan koperasi desa dalam mendistribusikan bahan pangan pokok, khususnya beras, ke berbagai pelosok Indonesia.

"Kami siap support (mendukung) dan bermitra dengan koperasi desa dalam mendistribusikan beras dan bahan pokok lainnya, sekaligus menjadi bagian dari sistem logistik pangan nasional yang tangguh,” ujar Febby dikutip di Jakarta, Selasa (22/7/2025).

Baca Juga: Bulog Pastikan Konsumen Bisa Tukar Beras SPHP Yang Tak Sesuai Takaran

Dirinya menjelaskan bahwa keterlibatan Bulog dalam program KDKMP merupakan bentuk sinergi lintas sektor yang bertujuan mengoptimalkan peran koperasi desa dalam pendistribusian pangan, memperkuat cadangan pangan lokal, sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan yang berbasis desa.

Menurutnya, koperasi desa perlu difungsikan secara lebih strategis untuk menopang kebutuhan logistik pangan nasional.

Febby menuturkan bahwa Bulog akan mengambil peran aktif dalam memastikan program tersebut berjalan efektif, khususnya dalam aspek penguatan pasokan dan distribusi bahan pangan strategis.

Hal ini mencakup distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), beras premium, minyak goreng, gula, serta produk pangan pokok lainnya yang dibutuhkan oleh masyarakat desa.

"Program KDKMP sejalan dengan visi Bulog dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di seluruh Indonesia," jelasnya.

Baca Juga: Bulog Coret Pelaku Judol dan Terorisme dari Daftar Penerima Bantuan

Sebelumnya, Febby Novita turut mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam peluncuran resmi program KDKMP yang berlangsung di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7/2025).

Dalam peluncuran tersebut, Presiden menekankan pentingnya peran koperasi dalam memperkuat struktur ekonomi nasional, terutama dalam menghadapi ketidakpastian global dan ancaman krisis pangan.

Melalui kolaborasi ini, Bulog diharapkan mampu mendistribusikan kebutuhan pangan secara lebih efisien dan menjangkau desa-desa terpencil yang selama ini sulit mendapatkan pasokan pangan dengan harga terjangkau.

Febby juga menekankan bahwa kerja sama ini tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas pasokan, namun juga mendorong partisipasi aktif desa dalam membangun ketahanan pangan dari tingkat akar rumput.

“Kami berharap koperasi desa menjadi simpul kekuatan ekonomi rakyat. Bulog hadir untuk memperkuat rantai pasok pangan hingga ke desa terpencil dan menjaga agar harga tetap terjangkau bagi masyarakat,” tambah Febby.

Selain distribusi pangan, Bulog juga membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan koperasi desa dalam pengelolaan cadangan pangan pemerintah. Kolaborasi ini mencakup pembinaan dalam sistem distribusi yang efisien, serta manajemen stok berbasis digital guna meningkatkan transparansi dan efektivitas rantai pasok.

Menurut Febby, sinergi antara Bulog dan koperasi desa dalam program KDKMP diharapkan dapat menjadi contoh model distribusi pangan yang efisien, inklusif, dan berkelanjutan di masa depan. Hal ini penting untuk menghadapi tantangan ketahanan pangan nasional, terutama dalam menghadapi dampak perubahan iklim, gejolak harga global, dan tekanan ekonomi pascapandemi.

KDKMP sendiri merupakan program strategis nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini digerakkan secara kolaboratif oleh berbagai kementerian/lembaga, sektor BUMN, serta komunitas desa, sebagai upaya membangun kemandirian pangan yang dimulai dari desa.

Dengan menggandeng koperasi sebagai penggerak utama, KDKMP menciptakan wadah integratif antara produksi pangan lokal, distribusi yang merata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Presiden Prabowo dalam peluncuran KDKMP menyatakan bahwa koperasi desa ke depan akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penting, seperti gudang penyimpanan pangan, gerai simpan pinjam, dan bahkan apotek untuk kebutuhan dasar masyarakat. Hal ini menunjukkan betapa koperasi didorong menjadi pusat layanan ekonomi dan sosial di tingkat desa.

Febby juga menyampaikan bahwa hingga saat ini, Bulog telah membina ratusan outlet Rumah Pangan Kita (RPK), yang merupakan outlet milik masyarakat dan dapat dijadikan sebagai saluran distribusi pangan yang dimiliki Bulog. RPK ini juga menjadi ujung tombak dalam memastikan distribusi pangan dari Bulog ke masyarakat berjalan lancar dan efisien.

"Hingga kini sudah lebih dari 103 KDKMP di seluruh Indonesia yang telah dilakukan tap in dengan RPK (Rumah Pangan Kita) Bulog serta ratusan KDKMP lainnya yang masih dalam proses," terang Febby.

Langkah Bulog ini sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo yang ingin membangun ekonomi kerakyatan dari desa, bukan hanya sebagai slogan, tetapi melalui implementasi konkret yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Melalui program KDKMP, pemerintah bersama BUMN seperti Bulog ingin menciptakan struktur ekonomi pangan nasional yang lebih inklusif dan berkeadilan sosial.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi